Media Purna Polri, Rejang Lebong – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu Tingagal menunggu waktu saja akan mengoperasikan mobil laboratory bio safety level 2 (BSL-2) untuk pemeriksaan tes usap atau swab bagi masyarakat di daerah itu.

Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi di Rejang Lebong, Jumat, mengatakan mobil laboratory bio safety level 2 (BSL-2) yang diadakan pemkab pada Agustus lalu beroperasi beberapa pekan, namun kemudian terhenti menyusul habis stok reagen yang dikirim Kemenkes pada awal pengadaan.

“Usulan permintaan Rejang Lebong Melaluli dinas Kesehatan. Reagen sebanyak 5.000 ampul yang ditujukan kepada Kemenkes beberapa waktu lalu saat ini alhamdulillah sudah disetujui,” kata Bapak Bupati .Dijelaskan Bapak Bupati, dengan diterimanya 5.000 ampul reagen dari Kemenkes ini maka selain bisa menunjang operasi mobil tes usap juga untuk keperluan laboratorium PCR di RSUD Curup untuk pemeriksaan sampel swab.

Dengan Keberadaan mobil tes swab tersebut kata Bapak Bupati , untuk melakukan tracking atau penelusuran kasus di sejumlah lokasi atau desa domisili warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

“Untuk melakukan tracking terlebih dahulu harus dilakukan pemetaan/pendataan, sehingga memudahkan proses pengambilan sampel di desa atau kelurahan yang menjadi sasaran,” jelasnya.Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong yang juga juru bicara Satgas Penanganan COVOD-19 Rejang Lebong, Syamsir, menyebutkan jumlah warga daerah itu yang dinyatakan terkonfirmasi positi f COVID-19 terhitung sejak kasus pertama pada Juni hingga 16 September mencapai 120 kasus.Dari 120 kasus ini kata Syamsir, sebanyak 93 kasus sudah selesai atau sembuh, satu orang meninggal dunia dan 23 kasus masih dalam pengawasan dan karantina. Hms

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini