Media Purna Polri, Purwakarta, – Seorang polisi gadungan dan seorang penadah barang hasil curian di bekuk Satreskrim Polres Purwakarta. Pelaku diketahui berinisial AD (31), warga Pasar Senin, Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta.

“Pelaku dalam aksinya menggunakan kaos coklat polisi, dan menggunakan sepeda motor Aerox dengan No Pol T 3423 YN berwarna merah. Dimana dalam aksinya pelaku menggunakan pemantik api yang mirip senjata api revolver untuk menggasak handphone para korbannya,” ucap Kapolres Purwakarta, AKBP Indra Setiawan, saat Konferensi Pers , Rabu (14/10).

Menurut pelaku senjata mainan tersebut untuk meyakinkan para korban bahwa pelaku adalah anggota kepolisian. Pelaku juga mengaku sebagai anggota polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polres Purwakarta. Kemudian pelaku ancaman korban, dan merampas handphone korban dengan dalih untuk pemeriksaan.

Lanjut Indra,”kronologis kejadiannya ketika pelaku melihat sekelompok remaja di depan SMPN 1 Bungursari yang akan masuk ke sekolah, tiba-tiba mereka didatangi pelaku dengan memakai kaos polisi.Selanjutnya, pelaku memerintahkan para pelajar itu untuk mengumpulkan handhone milik mereka, dengan alasan para korban menyimpan narkoba jenis ganja”.

“Kemudian pelaku menggeledah para korban dan di perintahkan balik kanan. Setelah itu, pelaku pergi meninggalkan korban dengan membawa handphone milik para remaja belia tersebut.”Ujar Indra

Mendapat laporan dari para korban,Satuan Reserse Polsek Bungursari langsung mekakukan pengejaran terhadap pelaku,namun saat akan ditangkap pelaku AD sempat melakukan perlawanan terhadap anggota dan akhirnya pelaku AD dihadiahi timah panas oleh Polisi tepat dibagian kaki.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku telah melakukan aksinya sejak Juli 2020,dalam kurun waktu tersebut pelaku telah melakukan aksinya di 21 tempat di wilayah Kabupaten Purwakarta, dan seluruh korbannya adalah anak-anak yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama(SMP).

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,para pelaku dijerat dengan pasal 368 KUHP dan pasal 480 KUHP tentang perampokan dengan kekerasan dan pemerasan serta pengancaman dan menerima atau membeli barang hasil curian dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkas Kapolres.

Liputan : Margono S.

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini