Media Purna Polri LamSel – Sumarno (51) warga warga Desa Taman Sari Kecamatan Ketapang Lampung Selatan Merasa dirugikan atas tindakan yang dilakukan Nyoman Suparte dalam pengelolaan tambang batu bolder yang berlokasi didesa Tri Darma Yoga kecamatan Ketapang. Jum,at ( 25/9/2020 ).

Dalam surat perjanjian kerjasama, pihak pertama ( Sumarno ) dan pihak kedua ( Nyoman Suparte warga desa Ruguk kecamatan Ketapang) sepakat untuk melakukan kerjasama dalam pengelolaan dan penjualan batu bolder dari kabupaten Lampung Selatan kedaerah lain dengan ketentuan dan syarat sebagai berikut

Pihak kedua mampu memproduksi batu bolder sebanyak sepuluh ribu ton setiap bulan. Dalam setiap melaksanakan memproduksi batu bolder sebanyak tersebut diatas, pihak pertama memberikan Dana sebesar Rp.400.000.000.( empat ratus juta rupiah ).

Berdasarkan keterangan Sumarno, selain uang yang empat ratus juta itu, ada tambahan lagi, seratus tujuh puluh juta, sehingga uang yang telah ditransaksikan ke Nyoman dengan total 570.000.000.(lima ratus tuh puluh juta rupiah ).

Namun pada faktanya, pada pelaksanaannya, kata Sumarno, dia (pihak kedua ) tidak menjalankan isi kesepakatan itu, akhirnya ia pun melaporkan hal tersebut kepolsek penengahan.

” Setelah saya mengetahui bahwa nyoman suparte tidak produksi batu sesuai perjanjian , saya meminta pengembalian uang saya, nyoman pun siap mengembalikan, dia minta tempo seminggu, tapi setelah seminggu dia nggak juga bayar, akhirnya saya lapor kepolsek penengahan,”ujarnya.

” Setelah itu, ya saya masih menunggu etikat baik dia untuk penyelesaian secara kekeluargaan. Tapi sebaliknya, nyoman juga ngelaporin saya kepolsek tapi secara perdata, sedangkan saya ngelapor itu secara pidana,”lanjutnya.

Karena laporan dari pihak kedua (nyoman), akhirnya kasus ini masuk ranah pengadilan negeri kalianda lamsel, dan sudah terjadi 10 kali persidangan.

” Kasus ini sudah masuk kepengadilan, sudah 9 kali sidang dikantor dan tadi siang sudah gelar dilokasi Pembuktian Setempat (PS), yang intinya mengecek lokasi tempat produksi batu bolder, melihat jumlah batu yang sudah ada, sesuai apa nggaknya,”ujarnya.

” Kalau bukti bukti kita cukup, surat perjanjian kerjasama, bukti transper dan kuitansi penerimaan sejumlah uang, sebenarnya ini lucu, seharusnya saya yang jadi penggugat kok malah saya yang digugat, “cetusnya.

Disisi lain, kuasa hukum sumarno menjelaskan bahwa kliennya bahwa pihaknya belum tahu pasti terkait jumlah tonase baru yang sudah diproduksi, namun berdasarkan keterangan para pekerja, jumlah batu tersebut belum mencapai target kesepakatan.

” Karena kita pandang itu belum cukup dari awal, maka kita adakan rekovensi (gugatan balasan), permasalahan rekovensi ini adalah keterkaitan sipenjamin atas ganti rugi, seberapa banyak klien kita dirugikan, kemudian kita kalkulasikan berapa keuntungan seharusnya kalau produksi itu berhasil, itu lah yang kita kalkulasikan dan kita rekonvensi, kalau dalam bentuk tunai tidak ada maka harus meletakan suatu jaminan,”ucap Drs. Ruhendri. Sh selaku kuasa hukum sumarno.

Ruhendri membenarkan, dalam perkara ini sudah di gelar sebanyak 10 kali sidang, pada sidang berikutnya yang dijadwalkan minggu depan, pihaknya akan menghadirkan tiga orang saksi.

” Minggu depan kita akan mengajukan saksi lagi tiga orang, kemudian sesudah itu maka masuk kesimpulan, kecuali memanghakim memberi kesempatan untuk menambah bukti-bukti terutama bagi mereka, kalau kita kan sudah cukup bukti surat, kalau diperkirakan tiga atau empat kali sidang lagi, baru setelah itu ditetapkan keputus,”tutupnya.

Sementara itu, ketua majelis pengadilan negeri kalianda, Fitra renaldo sh.mh. mengatakan hari ini tahap peninjauan lapangan dan selanjutnya pihak tergugat ( sumarno ) masih akan menghadirkan saksi pada sidang berikutnya.

” ini baru tahap peninjauan lapangan, sidanga lapangan, kelanjutannya nanti masih pembuktian disitu pihak tergugat akan menghadirkan dua orang saksi pada hari selasa depan diruangan sidang pengadilan negeri kalianda. Yang jelas i

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini