Media Purna Polri_Denpasar (11/09/2020)-Dalam rangka mengikuti “Pelatihan Pendidikan Khusus Profesi Advokat” gelombang IV ,adapun yang menjadi dasar dan pertimbangan dalam melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat tersebut  adalah  ada nya permintaan dari peserta UKDPA angkatan XI,XII,dan XIII yang belum mengikuti PKPA dan ada nya permintaan beberapa orang masyarakat yang ingin mengikuti PKPA pada Kongres Advokat Indonesia.

A.A Kompiang Gede,SH.,MH.,CIL. Sebagai ketua DPD KAI Prov.Bali mengatakan tujuan diadakan nya kegiatan ini adalah supaya terlaksana nya Program Pelatihan Khusus Profesi Advokat(PKPA) Prov.Bali sehingga dapat memberikan suatu bekal keahlian secara khusus kepada calon Advokat serta dapat memberikan pelayanan yang baik di dalam beracara baik di pengadilan maupun di luar pengadilan.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 11 september sampai dengan 13 september 2020 yang bertempat di Kampus Universitas  Mahasaraswati.Peserta pelatihan khusus profesi advokat(PKPA) ini diikuti 16 orang terdiri dari 2 orang perempuan dan 14 orang laki-laki.

Pada kesempatan tersebut Lee Fransisco,SH. sebagai ketua panitia mengucapkan terima kasih  kepada pihak yang telah memberi bantuan dan dukungan sehingga kegiatan PKPA ini berjalan baik.

Vice Presiden DPP KAI,Bapak Adv.TM Luthfi Yazid,SH.,LL.M.CIL.CLI menjelaskan bahwa Advokat adalah profesi yang mulia oleh Karena itu maka para advokat tidak boleh menjadi “Penjahat Hukum atau Mafia Peradilan” karena cita-cita kita mendirikan Indonesia ini adalah untuk menjadi negara hukum yang menjamin dan memberikan kepastian hukum yang berkeadilan bagi Rakyat Indonesia,yang tertuang di dalam Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945.”Undang-Undang Advokat dan kode etik Advokat harus dipegang tegung”tambah nya.

“Dengan kerjasama ini tentu berharap bisa menambah ilmu ,dan alumni-alumni kita dapat mengikuti jejak-jejak kakak nya menjadi pengacara-pengacara yang handal”kata Dekan FH Unmas. I Nengah Susrama,SH.,MH.

“Selain itu pengacara-pengacara harus memahami IT dan menguasai Bahasa asing”sambung Dekan Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati.

(Ardy)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini