MEDIA PURNA POLRI, KOTABARU – Terkait dengan adanya kegiatan sosialisasi rencana melakukan pengeboran sistem seismic beberapa waktu yang lalu oleh perusahaan tambang batubara, PT. Sebuku Sejaka Coal (SSC) di beberapa Desa di Kecamatan Pulau Laut Timur.

Rencana kegiatan pengeboran tersebut berdampak langsung di Desa Bekambit Asri, pasalnya dalam kegiatan pemasangan patok di lahan warga ternyata mendapat protes, dimana warga mengkhawatirkan setelah pengeboran yang dilakukan oleh perusahaan meninggalkan kerusakan lahan, namun setelah pihak manajemen melakukan sosialisasi serta pendekatan yang cukup memakan waktu panjang, akhir warga mengerti arti pengeboran sistem seismic.

Sekedar diketahui wilayah Pulau Laut Timur yang terkena dampak rencana kegiatan pertambangan merupakan LUMBUNG PADI TERBESAR se-Kabupaten Kotabaru, selain menjadi areal wilayah pertanian juga PENGHASIL PERIKANAN yang cukup besar.

Dari pantauan awak Media Purna Polri  dilokasi salah satu rumah warga Senin 14/09/2020 nampak terlihat pihak manajemen PT. Sebuku Sejaka Coal (SSC) yakni Yohanes Dallo, melakukan pembayaran (tali asih) masing-masing Rp. 500,000,- rupiah kepada 8 orang warga yang terkena rencana kegiatan pengeboran sistem seismic.

Kepada awak media, Yohanes  menyampaikan, “kepada warga yang terkena kegiatan pengeboran sistem seismic ini meminta maaf yang sebesar-sebesarnya karna keterlambatan waktu untuk menyelesaikan tuntutan warga, hari ini kita dapat menyelesaikannya, dan kami berharap agar permasalahan ini selesai, “ucapnya.

Pemberian tali asih ini, kami berinisiatif dimana kami melihat sejumlah para petani gagal panen karena lahan pertanian terendam air, dengan tujuan membantu mengurangi beban warga semoga bermanfaat untuk mereka, “jelasnya.

Kepala Desa Bekambit Asri Samsir berharap, “setelah ini tidak ada lagi gangguan apapun agar perusahaan itu untuk melakukan aktifitas berjalan dengan lancar, dan yang kita diharapkan bagi pemilik lahan itu lebih berpikir bijak, kalau ada masukan-masukan dari luar yang sipatnya diluar dari sepengetahuannya tidak langsung diterima, disaring dulu, “ujarnya.

Penulis : M. As’ad.
Editor.   : Gusti Mahmuddin Noor.

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini