MEDIA PURNA POLRI KOTABARU – Dihari Lebaran Idul Adha 1441 Hijriah, salah satu warga nelayan geger telah menemukan mayat lelaki tergeletak dengan kondisi sudah membengkak dipinggir pantai Desa Oka-oka RT. 03 Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru, Sabtu 01 Agustus 2020 sekitar pukul 10.00 WITA.

Ketika dikonfirmasi Awak Media Purna Polri melalui via telepon seluler Kapolsek Pulau Laut Selatan, Iptu Amir Hasan, membenarkan, warga geger adanya temuan sesosok mayat di pesisir pantai disertai puing-puing kapal di Desa Oka-Oka.

Korban bernama MAHMUD (62) Tahun asal Desa Sapeken Kecamatan Sepeken Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan Kapolres Kotabaru, AKBP Andi Adnan Syafruddin melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Jalil mengatakan, “penemuan mayat di pinggir pantai menurut keterangan saksi hendak mengambil peralatan bagang di pantai Desa Oka-oka, saksi menemukan mayat yang tergeletak dipinggir pantai dengan kondisi sudah membengkak dan disekitar mayat tersebut ditemukan puing kapal berupa atap kapal yang sudah hancur, “ujarnya.

Melihat kejadian tersebut saksi kemudian langsung pergi melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat terus melaporkan ke Polsek Pulau Laut Selatan.

Kemudian jenazah Korban telah dilakukan dievakuasi menggunakan kantong mayat milik Polsek Pulau Laut Selatan, dan dibawa ketempat yang mudah untuk dijemput ambulance, selanjutnya jenazah akan langsung dibawa ke RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru pada pukul 20.30 WITA, sambil menunggu pihak keluarga korban datang dari sumenep Jawa Timur, “jelasnya.

Kami berupaya berawal dari nomor telpon yang ditemukan dibadan kapal setelah dikroscek dan dicoba dihubungi nomor telpon tersebut ternyata sebagai pemilik Kapal adalah bernama H. kandar dari Sumenep setelah ditanyakan kepada yang bersangkutan mengenai korban tenggelam ternyata ia menjawab, bahwa telah memberangkatkan anak buahnya sebanyak 3 orang dan salah satunya nahkoda bernama Mahmud dari sumenap yang ditemukan sudah meninggal dunia dalam keadaan bengkak ditemukan di pantai Desa Oka-Oka.

Pemilik kapal H. Kandar membenarkan bahwa yang bersangkutan adalah benar anak buahnya yang berangkat dari Sumenep menuju majene untuk menjual kapal tersebut kepada pembeli dimajene, dan dari perjalanan tersebut sudah 10 hari berangkat namun tidak ada kabar dari ke tiga anak buahnya.

Untuk memastikan lagi Kapolsek Pulau Laut Selatan Iptu Amir Hasan, menghubungi anak korban dan mengirimkan foto korban tersebut akhirnya anaknya juga membenarkan hal tersebut yang mana besok anak korban lagi dalam perjalanan menuju kotabaru, “pungkasnya.

PenulisΒ  : Gusti Mahmuddin Noor.

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini