Oleh :Bripka Simeon Sion H. S.Kom

Media Purna Polri -Kupang -Pandemi Covid-19 secara keseluruhan di Indonesia belum menunjukan kurva kasus positif menurun. Hingga Kamis 23 Juli 2020 Laporan harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19Ā menerangkan bahwa kasus positif virus corona bertambah 1.882 orang sehingga total kasus mencapai 91.751 orang. Sementara laporan jumlah pasien yang meninggal dunia akibat infeksi bertambah 139 orang menjadi total 4.459 kasus. Begitu juga laporan jumlah kesembuhan pasien bertambah 1.795 orang, sehingga total 50.261.
Angka ini tidak terbilang kecil dan menempatkan Indonesia pada sepuluh besar kasus positif corona se-asia.Namun dengan berbagai pertimbangan pemerintah telah menetapkan tatatanan normal baru alias new normal demi mengembalikan Indonesia pada roda ekonominya.

Demikianpun instansi Polri yang senantiasa selaras dengan kebijakann pemerintah Republik Indonesia, mengedepankan Tri tugas utamanya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat disamping menegakkan hukum dan memelihara Keamanan dan Ketertiban masyarakat.
Operasi Patuh 2020 dan Kondisi masyarakat Indonesia.
Tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus 2020 secara serentak Polri melaksanakan operasi Patuh diseluruh tanah air. Baik tingkat Mabes Polri maupun Polda hingga Polres-polres diseluruh tanah air menjalankan operasi ini dengan sandi operasi yang beragam sesuai adaptasi masyarakat lokalnya dengan mengedapankan fungsi lalu lintas Polri bersama stake holder terkait lainnya.

Secara sadar kita ketahui bahwa operasi ini adalah salah satu operasi perdana setelah penetapan Covid-19 menjadi pendemi global di Indonesia awal Maret 2020 lalu. Setelah empat bulan bergelut dengan pandemi covid-19 Direktorat Lalu Lintas Mabes Polri menyelaraskan imbauan pemerintah memasuki masa adaptasi New Normal dengan melaksanakan rutinitas tugasnya melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Adaptasi New Normal telah melahirkan tatanan kehidupan baru ditengah masyarakat yang sedang berperang melawan musuh yang tak kelihatan ini. Adaptasi inilah yang harus menjadi skala prioritas Polri menghadapi masyarakat yang selama ini masih memiliki dualisme pandangannya terhadap Virus Corona. Namun apapun pandangannya, ia tetap memilih untuk tetap melakukan mobilitas kehidupan demi memenuhi kebutuhan ekonominya bila tidak ingin mati. Disinilah masyarakat itu memilih alat transportasi untuk mendukung roda perekonomiannya. Hal inilah yang akan memberi konsekwensi perkembangan lalu lintas sangat cepat dan dinamis mengimbangi perkembangan jumlah populasi penduduk.

Demikianpun angka kecelakaan sudah barang tentu seiring sejalan dengan bertambahnya jumlah kendaraan dijalan raya. Dua tahun terakhir Korlantas Polri mencatat ada peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas di jalan raya sebesar 3 % dari 103.672 kasus (2018) menjadi 107.500 kasus (2019). Angka ini bukan tidak mungkin akan terus meningkat apabila Polri dan instansi terkait belum sanggup mengurai benang kusut permasalahan yang terjadi. Dari Operasi Patuh 2020 telah tercatat 21.740 pelanggaran (4 hari pelaksanaan operasi) yang terjadi. Hasil ini menunjukan penurunan jumlah pelanggaran sebesar 33 persen bila dibandingkan dengan angka pelanggaran tahun sebelumnya yang mencapai 32.498 pelanggaran. Hasil ini tidak membuat Polri harus puas namun tetap dan harus sanggup mewujudkan dan memelihara keamanan,keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas serta meningkatkan mutu pelayanan publik sesuai amanat undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Program Decade of Action for Road Safety 2011-2020 yang dicanangkan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertujuan untuk mengurangi korban meninggal dunia, harus tetap dicanangkan dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) melalui lima pilar yaitu menajemen keselamatan jalan,jalan yang berkeselamatan,kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan korban pasca kecelakaan.

Kapolri Jendral Idham Azis dalam pidato sambutannya yang diteruskan keseluruh personil Polri diseluruh Indonesia menegaskan kembali program Nawacita Presiden Republik Indonesia dengan menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa yang diimlplementasikan dengan kehadiran anggota Polri ditengah-tengah masyarakat. Hal inilah yang dijabarkan Korlantas Polri sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial diruang publik.
Keselamatan memang sesuatu yang pertama dan paling utama dalam berlalulintas karena lalu lintas sudah dijadikan urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas.

Pelaksanaan Operasi Patuh 2020 berbeda dengan operasi tahun sebelumnya. Polri dihadirkan bukan hanya untuk melaksanakan penertiban kendaraan dan pengemudi semata, tetapi hadir dengan misi melakukan edukasi Adaptasi New Normal demi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona demi Indonesia yang sehat dan sejahtera.
Untuk masyarakat pengguna jalan, tak perlu harus takut petugas dilapangan tapi takutlah akan bahaya yang menghantui perjalanan anda. Keselamatan anda adalah masa depan bangsa, harapan keluarga serta dambaan setiap insan.(Humas)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini