Media Purna Polri, Kepsul – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara melakukan aksi unjuk rasa di areal pasar Basanohi Sanana, Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Selasa (30/6/2020).

Tidak hanya melakukan unjuk rasa, PMII Cabang Sanana, juga melaporkan sejumlah kasus dugaan penyalahgunaan amggaran pembangunan tahun 2019.

“royek di tahun 2019 diantaranya.cv permata hijau,cv permata membangun,cv permata bersama,cv permata jaya,cv bumi jaya,cv jaya lestari,cv alam sutra dan CV bumi karya”kata Ketua PMII Cabang Sanana Sahril Soamole.

Lanjut Sahril, Proyek yang diduga bermasalah adalah pembangunan jalan kum Pancoran senilai.Rp.895.897.224.80, peningkatan jalan dalam kota Sanana (HR – Base) dengan nilai Rp.2.071.298.499.50.

“pemeliharaan jalan di kota sanana senilai Rp.1.491.668.424.19, pembangunan saluran primer (lanjutan) di Desa Kaporo Rp.2.777.235.973.49,pembangunan kawasan taman benteng Sanana senilai Rp.490.599.345.28,jelas Sahril.

Sahri tambahkan, pembangunan jembatan Auponhia senilai Rp.835.140.774.00, pembangunan sarana pendukung kawasan desa Mangon senilai Rp.1.453.073.068.07, pembuatan saluran primer kawasan pasar basanohi Sanana senilai Rp.1.466.606.514.49, pembuatan saluran Desa Wainib senilai Rp.1.187.096.414.61.

“pembangunan jalan fogi bandara (sirtu ke Hrs base) senilai Rp.3.270.669.018.34, belanja pemeliharaan trotoar senilai Rp.1.430.318.657.58, peningkatan jalan wai Lia-Wai gai sirtu senilai Rp.1.091.508.984.89, pembuatan papan reklame di kota sanana senilai Rp.397.553.813.16, pembangunan air bersih dan jaringan perpipaan di desa kawata senilai Rp.653.855.800.74,”tutur Sahril.

Ia mengatakan, jaringan perpipaan dan air bersih di lingkungan kantor bupati senilai Rp.2.449.662.843.98,pembangunan jaringan perpipaan SPAM Desa Bajo senilai Rp.716.393.221.25, pengembangan jaringan perpipaan Desa Kabau pantai senilai Rp.477.840.332.68, pembangunan dapur rumah ganti rugi di Desa Wai ipa senilai Rp.1.986.934.490.39.

“peningkatan jalan Auponhia Buya (sirtu) senilai Rp.1.093.379.964.89,peningkatan jalan Waibau – RSUD Sanana senilai Rp.2.190.454.789.37,pembangunan rumah genset senilai Rp.311.974.122.33, pembagunan rumah Wisata Desa Bajo senilai Rp.493.226.911.04,pembangunan mesjid Desa Pohea (lanjutan) senilai.Rp.294.093.402.20,pembangunan mesjid Desa fukweu tahap III senilai.Rp.276.931.153.71,”.

Dia bilang, kasus Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang di lakukan oleh Bupati Kepsul Hendrata Thes dan keluarganya harus di tindak oleh aparat penegak hukum sehingga terciptanya pemerintahan yang bersih dan selalu berpihak kepada rakyat. Apabila laporan kami tidak ditindak lanjuti maka kami akan melakukan aksi besar-besaran menyatakan mosi tidak percaya terhadap Polres Kepulauan Sula,tutup Sahril,(Isto).

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini