MEDIA PURNA POLRI, KEPSUL – Selama satu tahun Proyek pembangunan air bersih di Desa Modapia, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), dibangun, namun hingga saat ini belum juga dinikmati warga desa setempat.

Hal ini membuat sejumlah Mahasiswa bersama warga desa melakukan aksi keliling kampung mendesak kontraktor air bersih tersebut segera berupaya agar air bisa tersalur kerumah warga.

“kontraktor harus berupaya bagimana caranya agar proyek air bersih itu bisa dinikmati warga. Caranya adalah upaya supaya air bisa tersalur kerumah warga”kata Rifai Umasugi kepada media ini Jumat 26/6/2020).

Rifai mengatakan, aksi yang dilakukan pada Sabtu (25/6/2020) kemarin, meminta kontrakto proyek tersebut segera menyelesaikan masalah air bersih yang tidak tersalur ke rumah warga desa.

Tambah Rifai, jaringan sambungan pipa kerumah warga sudah terpasang semua, tapi air tidak juga tersalur. Hal ini mestinya diperhatikan pihak kontraktor.

“Sambungan pipa ke rumah-rumah warga sudah terpasang semua, tapi air belum juga tersalur kerumah warga,”kata Rifai.

Mahasiswa UMMU Ternate ini mengancam pihaknya bersama warga desa akan mengusir orang Pemda Kepsul dan Anggota DPRD Dapil IV yang berkunjung ke Desa Modapia, selama air bersih belum bisa digunakan warga.

“Saya akan gandeng warga mengusir orang pemda dan anggota DPRD Dapil IV yang datang di Desa kami. Banyak hal yang kami butuh, mulai dari air bersih, jaringan seluler,jaringan listrik dan bidan desa terap”tutupnya,”.(Isto)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini