MEDIA PURNA POLRI,KLEBET – Akibat banjir, puluhan hektar sawah di Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, kab Tangerang, dipastikan gagal panen.

Bibit padi yang sudah 1 bulan ditanam terendam air hingga tak terlihat dahan dan daunnya.Para petani kini mengaku pasrah terancam mengalami kerugian jutaan rupiah.

Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Cimanceri ini pun masih meredam permukiman Sawah warga dengan ketinggian hingga mencapai 2/3 meter.

Salah satu ketua Pemuda Desa Klebet kayu apu mengatakan”ini sudah delapan kali banjir dan ini banjir paling besar para petani-petani pun pada ngeluh dan minta kepada pihak Pemerintah sesegera tanggul yang jebol harus di berbaiki”.Jumat (22/05/20).

“Biar petani-petani bisa Stabil lagi Nyawah, seperti dulu lagi dan menghasilkan Panennya. Gara-gara Tanggul pintu nya jebol Para Petani ngga Panen-panen ini kan limpahan air dari Bogor” Imbuh Asmad.

Asmad meneruskan”Dulu memang pernah ngalamin Banjir yang lebih besar lagi di bandingkan saat ini, hingga memutuskan Jalur, antar 2 Kampung,kampung Klebet Kayu Apu dengan Benyawakan Jaya ya mudah-mudahan banjir ini tidak terjadi dengan tahun-tahun sebelumnya. Ucapnya.

Harapan warga”Pemerintah bisa menanggulangi permasalahan kebanjiran ini karena kasian juga para Petani ngga ada istilah Panen ataupun menghasilkan yang hanya kerugian yang mereka alami. Tolong lah kepada pihak pemerintah itu tanggul bisa di perbaiki secepatnya. Pungkas Lukman.

Agus Saparudin

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini