Media Purna Polri_Sidoarjo – Warga perumahan Palem Putri Desa Balonggabus Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo menuntut penutupan industri rumahan di lingkungannya , Selasa (05/05/2020).

pasalnya, sudah sekira dua tahun warga menahan bau yang tidak sedap dari hasil industri di dalam komplek perumahan Palem Putri Rt 05. Bau berasal dari hasil industri yang mengalir melalui drainase atau saluran air berada di samping perumahan warga sekitar.

Sehingga membuat kesehatan warga di komplek perumahan terganggu, kepala pusing ,perut mual dan suara bising yang ditimbulkan dari aktifitas industri tersebut, Ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dalam pantauan Mediapurnapolri.net di lapangan, kegiatan industri penggorengan kacang bali ini berada di dalam komplek perumahan. Bahkan perwakilan warga sudah pernah melaporkan keresahannya kepada Kepala Desa setempat, dan belum ada tanggapan yang serius di lapangan.

Melalui pendampingan warga perumahan, dalam hal ini warga meminta Lembaga Amphibi ( Aliansi Masyarakat Hidup Dan B3 Indonesia ) untuk mengawal proses hukum sampai selesai di lingkungan perumahan .

Kepala Desa PJ Desa Balonggabus Harun Yulistian mengatakan ” Selama saya menjabat di sini sejak Oktober , saya belum pernah menerima laporan mengenahi keresahan warga , tapi kemungkinan sebelum saya menjabat saya kurang tahu ya mas , baru hari ini setelah ada Lembaga Lingkungan hidup mohon ijin untuk survei di tempat industri . Dan saya mempersilahkan” tegasnya.

Selain itu , Harun Yulistian juga mempersilahkan Lembaga Amphibi sesuai fungsinya sebagai lembaga lingkungan untuk turun ke lapangan melihat fakta yang ada. Karena hal ini juga atas permintaan warga , laporan warga kita tidak bisa menghalangi demi kenyamanan masyarakat desa . Imbuhnya

Sebelum Masyarakat bersama Amphibi melangkah untuk melihat langsung dampak yang ditimbulkan oleh Industri pengolahan kacang bali. Terlebih dahulu ketua RT 05 memberikan saran kepada warganya agar mengedepankan kedamaian serta menjunjung tinggi proses hukum yang berlaku.selanjutnya tim menuju lokasi industri yang berdiri di dalam komplek perumahan .

 

Dari hasil pantauan Amphibi bersama tim di lapangan terlihat fakta aktifitas industri di perumahan padat penduduk selain kebisingan yang ditimbulkan dari aktifitas produksi ,Perusahaan industri pengolahan kacang bali juga membuang hasil produksinya di selokan perumahan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

Agung warga perumahan setempat mengungkapkan bahwa aktifitas industri pengolahan kacang di lokasi perumahan sangat mengganngu warga , selama 2 tahun bau dan kebisingan karena aktifitas produksi sangat mengganngu kami warga sekitar perumahan ,apalagi kami berdampingan dengan industri tersebut.
Disini kami mengharapkan pihak pemerintah atau pihak terkait untuk mengembalikan fungsi perumahan sesuai fungsinya. Paparnya kepada tim Amphibi

Semetara Ketua DPW Jatim Samsul Hadi S,o ketika dikonfirmasi mengatakan , dari pihak Amphibi selaku pendamping warga melalui kuasa hukum DPW Amphibi Jatim segera melayangkan surat kepada DLH dan dinas terkait untuk segera menyikapi pencemaran di lingkungan perumahan Palem Putri Rt 05 sesuai Undang Undang Pasal 32 tahun 2009 . Ketika di konfirmasi di area lingkungan perusahaan.

Menurut Ketut Manta pemilik perusahaan ketika di konfirmasi di tempat kerjanya mengatakan bahwa dirinya sudah memiliki ijin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT) dia mengatakan perusahaa sudah berjalan 2 tahun.
Awalnya 2 sampai 3 orang, sekarang pegawai sudah banyak. Pungkasnya (imam)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini