Media Purna Polri, Kotabaru – Pelaku SF (17) tega menghabisi nyawa Nurhayati (37) yang merupakan ibu tirinya sendiri, gara-gara tidak diberikan jatah kebun plasma kelapa sawit.

Pelaku sebelum menghabisi nyawa korban, terlebih dahulu SF minta maaf kepada korban sambil membalikkan badan.

Warga Desa Balaimea Kecamatan Pamukan Utara, yang berstatus bujangan ini membacok ibu tirinya ketika Ia usai meminta jatah warisan kebun plasma kelapa sawit, hal ini diungkap oeleh Kapolres Kotabaru Akbp Andi Adnan Syafruddin, saat Press Release di Mapolres Kotabaru, (24/2).

“Pada saat itu, pelaku ini mendatangi korban meminta bagian kebun kelapa sawit. Namun korban tidak memberikan dengan alasan pelaku tidak tinggal serumah.

Merasa tidak terimah pelaku pergi dan mengambil parang di dalam mobil kemudian di masukkan kedalam jaket dan mengajak korban masuk kedalam rumah, “jelasnya.

“Setibanya di rumah, SF kembali menanyakan bagian kebun kelapa sawit, dan Nurhayati tetap tidak memberikan, akhirnya pelaku membalikkan badan dan bilang minta maaf dan langsung membacok korban yang mengakibatkan tangan dan kakinya putus, dan korban pun terjatuh, melihat korban sudah terjatuh iyapun kembali menancapkan parangnya kebagian punggung korban, saat itu pelaku langsung melarikan melarikan diri.

Atas perbuatannya, Pelaku diduga melanggar pasal 338 KHUP tentang pembunuhan dan pasal 340 KHUP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 15 tahun hingga seumur hidup, “tutupnya.
(Her)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini