MEDIA PURNA POLRI,KALTENG- Anr siswa Tjanawiyah salah satu Sekolah Swasta di Kec Danau Panggang hampir saja menjadi saksi bisu hilangnya nyawa seorang siswanya Anr yang baru kelas II dan berusia sekitar 14 th,bila saja sang adik wanitanya tidak segera melerai penganiayaan Rn (17) yang berdomisili sekitar Sekolah,Anis adik Anr berhasil menghalangi Rn saat hendak menginjak bagian dada Anr yang kondisinya sudah pinsan dan luka dibagian bibir pecah,luka berdarah,dan luka dibagian mata sebelah kiri hingga 11 hari lalu saat mpp konfirmasi Anr masih belum bisa sekolah karena terganggu penglihatanya.

Peristiwa itu terjadi didepan Sekolah Anr saat jam istirahat,anehnya tidak ada guru yang melihatnya padahal kondisi jam istirahat dan kejadian di depan halaman Sekolah,ada apa dengan kinerja Sekolah dimana Anr menjadi peserta didiknya.

Rus ortu Anr,berharap pelakunya dijerat sanksi pidana anak,sesuai perundangan yang berlaku,jangan sampai pelaku bebas tanpa tanggung jawab dengan alasan pelaku masih di bawah umur.

Bagian mata kiri Anr lembam dan berwarna merah,sepertinya ada darah yang membeku dibagian mata kiri korban,Bibir bagian bawah juga pecah,meski lukanya sudah membaik yang mengkuatirkan justeru pada luka bagian mata kiri Anr yang menjadi sebab bocah ini belum bisa masuk Sekolah.

Menurut Rus,kasusnya sudah dilaporkan ke Polsek Danau Panggang dan hingga 11 hari laporan belum ada tindakan hukum,yang menjadi resah ortu korban,hingga minta mpp ngawal kasusnya di PPA Polres HSU menindak lanjuti laporan dan pengaduan di Polsek Danau Panggang,semoga aparat cepat merespon persoalan ini, (23/02/2020).

Tim mpp dan LBH PKRI Mako Kalteng menyarankan Rus ortu Anr agar tenang, prosedural, karena NKRI Negara Hukum dan untuk pidana anak memang ada proses khusus yang harus ditempuh,hal ini disampaikan awak media mpp saat kordinasi dengan LPS Anak Dinsos HSU komplek Kota Raja HSU untuk memberikan keterangan langsung dari korban penganiayaan Anak di bawah umur/Anr.

Hingga berita ini ditayangkan, orang tua korban Rus masih harap-harap cemas penanganan kasus Anr berjalan lambat,pasalnya 11 hari laporannya di Polsek Danau Panggang belum membuahkan proses hukum terhadap terduga pelakunya,tentu ini perlu keterbukaan publik agar ortu korban tidak salah faham dan intinya proses hukumnya harus tetap berjalan sesuai pidana anak dan KUHP yang berlaku,kita tunggu proses hukumnya. (TS,SH)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini