Media Purna Polro, Sulsel – Wakil Ketua DPRD Kab. Jeneponto IRMAWATI, S. Sos bersama Ketua Komisi II HANAFI SEWANG, SE, MM dan seluruh Anggota DPRD Komisi II Melakukan Konsultasi dan Koordinasi di Kantor Balai Proteksi Tanaman Pangan Provinsi Sulawes Selatan (23 januari 2020).
Hal tersebut dilakukan terkait dengan adanya beberapa Wilayah di Kab. Jeneponto terserang Hama Ulat Grayak pada tanaman jagung diantaranya Kecamatan Kelara, Rumbia, Batang, Tarowang, Turatea, Bangkala dan terakhir Kecamatan Bontoramba

Menurut penjelasan UPT BPTP Maros Penanganan hama ulat Grayak atau yang dikenal dengan sebutan Spodoptera frugiperda pada jagung ini harus dimulai dengan identifikasi yang merupakan poin kritis untuk memetakan penyebarannya.

Ulat grayak dapat merusak tanaman karena hidupnya terutama aktivitas memperoleh makanan yang memiliki kemampuan merusak sangat tinggi, akibatnya tanaman dapat rusak atau bahkan tidak dapat menghasilkan sama sekali atau gagal panen nah untuk memberantas perlu mengetahui aktivitas hidupnya dan Mengidentifikasimya menjadi kunci pelaksanaan upaya pengelolaan hama

Tanaman jagung terserang Spodoptera frugiperda akan meninggalkan alur bekas gorokan larva muda yang menyebabkan daun terlihat transparan. Daun pun terlihat berlubang, titik tumbuh terpotong atau berlubang, serta banyak ditemukan kotoran yang bentuk dan warnanya menyerupai serbuk gergaji, sebutnya

Langkah mendesak yang perlu segera dilaksanakan adalah peningkatan kemampuan petugas lapangan (PPL) dan petani tentang Spodoptera frugiperda atau hama penyakait grayak
Maka perlu dilaksanakan pertemuan seluruh pihak untuk dapat berkontribusi secara aktif dalam upaya merespon Spodoptera frugiperda atau hama penyakait grayak di Jeneponto agar dapat menghasilkan beberapa poin penting yang menjadi road map pengelolaan hama frugiperda.(bidhum)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini