MEDIA PURNA POLRI,MELAWI-Pelaksanan Mega Proyek pembangunan jembatan Melawi II,yang terletak di Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh,Kabupaten Melawi Kalimantan Barat yang menelan anggaran sebesar Rp 21 miliar lebih,Sumber dana APBD Kabupaten Melawi Tahun Anggaran 2019 di pertanyakan warga.

Proyek jembatan penghubungan antar Kecamatan Nanga Pinoh dan Kecamatan Pinoh Utara dengan masa kontrak pekerjaannya selama 180 hari kalender di mulai sejak tanggal 27 Juni 2019 itu mestinya telah selesai sejak Bulan Desember 2019 lalu,namun pantauan Wartawan di lokasi proyek masih ada kegiatan berlangsung di sana.

Sementara keterangan pada papan proyek Jembatan jelas tertera tulisan menjelaskan Nomor Kontrak : 630/116/Kontrak/BM /DPU PR/VI 2019,Tanggal 27 Juni 2019

Nama Pekerjaan:
Pembangunan Jembatan Melawi II.Kecamatan Nanga Pinoh.
Sumber Dana APBD Tahun Anggaran 2919.
Jangka waktu : 180 hari ( Seratus delapan puluh hari Kalender )
Nilai Kontrak : 21.091.667.000.( Dua Puluh Satu Milyar Sembilan Puluh Satu Juta Enam Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Rupiah)
Pelaksana : PT Marga Mulya Kso PT.ADHI MULYA PERKASA
pengawas : CV Jaya Citra Utama

Namun pada kenyataan di lapangan masih terlihat sisa pekerjan yang belum selesai,salah satu nya adalah pengecoran akses jalan semen menuju Jembatan.

Salah satu Tokoh Pemuda Desa Paal,Joni Julianto,mengatakan,Kendati pelaksana proyek Jembatan tersebut di kebut pekerjaan itu,tetap tak selesai pada akhir Tahun 2019 lalu,ucapnya Kamis (16/1/20).

Lihat saja itu,saat ini mereka masih melakukan pengecoran akses jalan padahal kontrak nya per Desember 2019 sudah habis,jelas menuai pertanyaan masyarakat dong,ujar Joni.

Masa akhir kontrak proyek yang menelan anggaran besar itu terancam tak selesai tepat waktu dengan kondisi ini, semakin banyak warga dan masyarakat mengamati hasil pekerjaan proyek itu.

Sementara beberapa warga pengguna jalan utama antar Desa sekitar di Kecamatan Nanga Pinoh dan Kecamatan Pinoh Utara Kabupaten Melawi berharap proyek jembatan yang melintasi Desa Paal Kelakik dapat terlaksana dengan baik.

Kalau pekerjaannya seperti ini, kami rasa proyek Jembatan Melawi II ini sudah lewat batas waktu,Molor sekarang sudah memasuki pertengahan Januari 2020.

Kami menduga pasti pekerjaan ini molor dari jadwal 180 hari itu,timpal joni

Di paparkan Joni,coba kita hitung dari tanggal kontrak 27 Juni 2019,artinya kontrak telah berakhir pada bulan Desember 2019.

Sementara tidak ada penjelasan melalui papan informasi proyek ,apakah di lakukan CCO atau Adendum atas kegiatan tersebut kalau kita hitung dari tanggal kontrak hingga hari ini tanggal 15 Januari 2020,artinya sudah lewat 22 hari dengan total hari menjadi 202 hari kalender,ujar Joni.

“Semestinya jika pekerjaan telah melebihi batas akhir masa kontrak pekerjaan proyek jembatan Melawi II, harus diberlakukan denda per mil per hari dari nilai proyek itu. Selain itu dapat mengambil langkah pemutusan kontrak pekerjaan dengan melaksanakan lelang baru pada tahun berikutnya
Bahkan pihak rekanan dapat disanksi denda,Undang undang dan aturan jelas mengatakan itu,sementara untuk progresnya (perkembangan pekerjaannya) sudah berapa persen yang lebih tahu itu pengawas dan PPK/ PPTK nya,ujarnya. (Jon)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini