Media Purna Polri, Kabupaten Bogor – Berdasarkan Laporan Pengaduan Polisi No. LP/ B/ 661 / XI / 2019 / JBR /RES BOGOR / Tanggal 08 Nopember 2019 tindak pidana persetubuhan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur/ pasal 81 atau pasal 82 UU RI No.36 Tahun 2004 atas perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, yang ditangani Kepolisian Resort Bogor prosesnya berjalan lamban.

Pasalnya, ADI (23) diduga pelaku pemerkosaan dan pencabulan anak dibawah umur hingga saat ini belum juga diproses, bahkan ditangkap oleh pihak kepolisian. ADI ‘diduga kuat’ dalam pengaruh minuman keras dan obat terlarang saat memperkosaan korban RA.

Keterangan korban RA (16) anak dibawah umur, warga kampung Cipari Rt.002/09, Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, kepada MPP mengatakan dirinya baru satu bulan mengenal tersangka ADI lewat media sosial.

“Saya kenal ADI sekitar satu bulan. sering komunikasi di facebook dan WhatsApp”, kata RA kepada MPP, Minggu, 29/12/2019.

Lanjut RA menyampaikan, dirinya dijemput oleh tersangka ADI sekitar jam 16:00 sore dan langsung di bawa ke rumah tersangka di daerah kembangkuning, kecamatan klapanunggal. Sesampainya di rumah tersangka didapati tiga orang lelaki teman tersangka yang sedang minum – minuman keras dan menenggak pil berwarna kuning didalam kamar tersangka.

“Setelah sampai di rumah ADI saya dikenalkan pada temannya yang lain. tak lama ADI bergabung dengan temannya dan minum-minuman keras dan obat obatan sampai mabuk. Pada saat itu tidak ada ke dua orang tua ADI dirumahnya, Sekitar hampir maghrib ke tiga temannya pulang, kemudian disitulah saya dipaksa, dan didorong oleh ADI, lalu diperkosa,” jelas RA kepada MPP.

Korban RA mengaku dirinya mendapat ancaman dari tersangka jika tidak mau berhubungan intim untuk digauli, memuaskan nafsu bejat tersangka ADI. Setelah usai memperkosa korban, ADI bergegas sejenak pergi ke-kamar mandi, pada kesempatan itulah korban RA segera melarikan diri dari rumah tersangka.

“Saya langsung kabur keluar dari rumah ADI, dan menelepon kaka untuk menjemput saya,” ujar RA.

Sesampainya dirumah, RA menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya, sontak ayah RA, Sabar (52) langsung meminta tolong ke pihak kepolisian dan membuat laporan tentang pemerkosaan yang dialami putrinya.

Tak kunjung ada kepastian dari penegak hukum, keluarga korban pasrah menerima nasib dimana kehormatan putrinya yang berumur (16) harus direnggut oleh ADI.

“Bukan kasus anak bapak saja yang harus diselesaikan. Banyak kasus yang masuk ke sini belum selesai, numpuk kasus disini,” kata Sabar kepada MPP, menirukan tim penyidik PPA Polres Bogor pada saat menanyakan laporan aduannya sudah dua bulan tak kunjung ada kepastian. (Billy)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini