Media Purna Polri, Cileungsi – Para Penegak hukum segera mengusut hingga tuntas pemilik PT. Trinunggal Widjaja Primula yang ber-alamat dikampung Rawa Ilat, Desa Dayeuh, Cileungsi-Bogor “diduga kuat” buang Limbah Berbahaya dan Beracun (B-3) hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam Pasal 104 disebut bahwa setiap orang yang membuang limbah secara sembarangan dapat didenda maksimal Rp 3 miliar dan penjara maksimal 3 tahun. Dan Pasal 103 UU Nomor 32 Tahun 2009, diatur bahwa setiap orang yang menghasilkan limbah B3 harus mengelola limbah yang dihasilkannya.

“Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah),” bunyi pasal 104 UU tersebut.

“Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah),” demikian bunyi Pasal 103 UU tersebut.

Pasalnya sisa hasil produksi berupa limbah B-3 cair di buang langsung ke-saluran air tanpa adanya pengelolaan limbah terlebih dahulu yang berdampak sangat membahayakan bagi kesehatan manusia dan ekologi mahluk hidup.

Warga sekitar area Perusahaan sempat melakukan aksi demo menuntut agar pembuangan limbah B-3 dihentikan karna mengakibatkan sumber air warga menjadi kuning pekat dan berbau tidak layak konsumsi. Rabu (04/12/2019).

“stop produksi yang buang limbah sembarangan. Dan berikan kompensasi air bersih kepada warga yang terdampak,” Ujar tuntutan warga pada saat aksi demo, Rabu (04/12/2019).

Warga berharap agar secepatnya pabrikan pengelolan Logam dan alumunium tersebut segera ditutup.

“Jika hujan deras turun limbah di penampungan dalam areal pabrik meluap mengalir ke-pumikiman warga,” kata warga sekitar pabrik kepada MPP.

Pihak perusahaan dalam keterangannya tertulisnya mengakui bahwa belum memiliki Izin pengelolaan limbah B-3 untuk penyimpanan dan belum memilik Izin pembuangan air limbah B-3.

Warga meminta Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Pemerintah Kabupaten Bogor harus berani dan bersikap tegas menutup pabrik milik PT. Trinunggal Widjaja Primula yang tidak memiliki izin pengolahan limbah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Para penegak hukum segera tindak tegas serta memproses Bos pemilik PT. Trinunggal Widjaja Primula sesuai hukum yang berlaku.(BILLY – DENDEN).

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini