Media Purna Polri- Serang – Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Tomex Korniawan bersama para pejabat utama Polda Banten, personel dan Forum Wartawan Polda Banten menggelar nonton bareng (nobar) film “Hanya Manusia” di Cinemaxx – Mall Of Serang, Kamis, (7/11/2019), Pukul 19:00. Wib.

Film garapan “Tepain Kobain” dibintangi Prisia Nasution, Lian Firman dan Yama Carlos ini menceritakan tugas tentang Kepolisian, dapat memberikan pandangan kepada masyarakat atas kinerja aparat Kepolisian dalam melindungi warga masyarakat khususnya tentang perdagangan manusia.

Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Tomex Korniawan kepada awak media mengatakan bahwa film ini dapat menjadikan motivasi terutama bagi teman-teman di lapangan untuk melakukan kegiatan fungsi kepolisian terutama melawan kejahatan perdagangan manusia

“Film ini sangat bagus dan bisa menjadi contoh untuk kita waspadai bahwa korban-korban seperti ini akan memerlukan kewaspadaan dari orang tua maupun dari masyarakat sendiri supaya tidak menjadi korban seperti ini ,” Ujarnya.

Menurut Tomex, dari film ini pesan yang dapat disampaikan untuk masyarakat agar mewaspadai serta hati-hati dan bagi petugas masih banyak hal-hal di depan kita tentang perdagangan manusia harus di tindak lanjuti.

Sementara itu, Kabid humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata. S.Ik., MH kepada awak media menuturkan bahwa film ‘Hanya Manusia’ ini menyampaikan pesan bahwa sosok Polisi yang punya hati dan Humanis ini, tetapi tetap tegas untuk melakukan tugas profesionalisme Kepolisian.

“Disamping mengemban sebuah amanat serta tugas sebagai anggota Polisi yang mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat, Polisi juga mempunyai rasa sedih, lelah dan marah. Namun, dibalik semua itu kita harus mengedepankan profesionalitas kita sebagai seorang Polisi,” jelas Kabidhumas Polda Banten.

Dalam film berdurasi 90 menit ini disampaikan pula pesan bahwa, praktek perdagangan orang (Human Trafficking) bisa terjadi dengan berbagai macam modus operandi, namun yang digambarkan dalam film ini modus operandinya adalah penculikan.

“Melalui film ini juga menyampaikan pesan moral, terutama untuk generasi muda saat ini, jangan mudah percaya kepada orang yang baru kita kenal, apalagi sampai menawarkan pekerjaan yang tidak jelas yang ujungnya nanti akan menjadi korban perdagangan orang (Human Trafficking),” pungkasnya. (Bidhum)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini