Media Purna Polri- Melawi.Ā Warga diwilayah Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi Kalimantan Barat menuntut PLN Sanggau yang membawahi PLN ranting Nanga Linoh, dapat segera memberi pelayanan 24 jam untuk masyarakat Kecamatan Sayan.Ā Diketahui, di Kacamatan Sayan, warga hanya bisa menikmati layanan penerangan listrik dari PLN hanya 12 jam dan telah berjalan sejak puluhan tahun lalu.

Camat Sayan “Yunus” mengatakan, selama ini warga se Kecamatan Sayan hanya menikmati layanan listrik 12 jam dari pukul 18.00 hingga pukul 06.00 pagi. Masyarakat menuntut agar bisa menikmati listrik 24 jam karena kebutuhan listrik untuk sekolah, rumah dan Puskesmas sudah tidak bisa ditawar lagi.

ā€œSekolah sekarang pakai komputer, Puskesmas juga butuh listrik. Beberapa kantor lainnya seperti, Kantor Camat, Kantor Desa, Kantor Polisi, Kantor Koramil, selama ini kami hanya menggunakan Genset saja “ujar Yunus, kamis (31/10/2019).

Yunus menambahkan, semestinya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang dimiliki PLN Sayan sejatinya sudah mampu melayani listrik selama 24 jam. Sebelumnya, beberapa waktu lalu Camat Yunus beserta 18 Kepala Desa dan sejumlah tokoh pemuda se Kecamatan Sayan pernah datang menghadap ke Kantor PLN Sanggau yang membawahi PLN Nanga Pinoh. Mereka mengusulkan penambahan layanan agar PLN memberikan layanan 24 jam, dimana selama ini Kecamatan Sayan hanya mendapatkan layanan listrik 12 jam.

Namun, oleh pihak PLN Sanggau Camat berserta 18 Kades di sarankan untuk menghadap ke Kantor PLN wilayah Kalimantan Barat di Pontianak. Pada akhirnya Camat Yunus beserta 18 Kepala Desa pun bertemu dengn pihak PLN wilayah Kalimantan Barat.

Dalam pertemuan di Kantor PLN wilayah Pontianak hal tersebut pun di bicarakan,Ā  sekaligus menyerahkan bukti proposal permohonan penambahan layanan 24 jam yang telah di tanda tangani oleh 18 Kepala Desa se Kecamatan Sayan.

“Dengan biaya pribadi, saya dan 18 Kepala Desa turun ke Pontianak menghadap pimpinan PLN wilayah Kalimantan Barat, khusus menyampaikan permintaan masyarakat agar pelayanan listrik di Kecamatan Sayan di tambah menjadi 24 jam, ungkap Yanus.

Sementara ucap Yunus di Kecamatan lain yang lebih jauh dari Kecamatan Sayan seperti, Tanah Pinoh, Sokan dan bahkan Tanah Pinoh Barat pelayanan listrik menyala 24 jam.

“Coba kita lihat di Tanah Pinoh, Sokan dan Tanah Pinoh Barat, pelayanan listrik sudah 24 jam, padahal distribusi Solar (BBM) untuk oprasional mesin PLN di 3 Kecamantan tersebut, truk tangki pengangkut BBM melintasi Kecamatan Sayan. Menapa mereka bisa menyala 24 jam..?? Sedangkan di wilayah kami disini tidak..?? ungkap Yunus Kesal.
Yunus berharap, selain dirinya dan para Kepala Desa agar DPRD juga menyuarakan persoalan tersebut kepihak PLN.

Di lain hal yang tak kalah penting dan menjadi pertanyaan warga masyarakat Kecamatan Sayan, tidak beroperasinya signal jaringan seluler di wilayah tersebut. Padahal, tower milik Telkomsel telah berdiri menjulang di Ibu Kota Kecamatan sejak beberapa tahun lalu, namun hingga saat ini tidak beroperasi.

“Benar-benar parah kami di Sayan Bang, ujar Camat Yunus. Sudahlah listriknya menyala hanya 12 jam, signal jaringan seluler pun tak ada katanya. Ladahal di era sekarang ini hampir seluruh masyarakat di pedalaman memiliki handpone, paling tidak untuk berkomunikasi dengn anak dan keluarga diluar sana. Bayangkan, anak-anak warga disini yang sedang menempuh pendidikan di luar sana, di Jawa atau Ibu Kota Kabupaten, kalau perlu sesuatu atau terjadi sesuatu hal, ucap yunus.Ā  “Bagaimana menyampaikan beritanya ke kampung kepada keluarga namun tidak ada jariangn, sementara tower berdiri kokoh tetapi untuk pajangan saja, ungkap Yunus Kesal.
“Untuk itu, atas nama warga Kecamatan Sayan, saya memohon kepada pihak mangement Telkomsel untuk segera mengoperasikan kembali jaringan signal pada tower tersebut, mengingat ini adalah demi kepentingan masyarakat harap yunus. (Jon Wawan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini