MEDIA PURNA POLRI,TANGERANG-  Polres Metro Tangerang Kota, menggelar Konferensi Pers perkara pencurian kekerasan (Pepet Rampas) yang berhasil di ungkap Polsek Tangerang bertempat di Aula Mapolres Kota Tangerang, pada Jum’at sore (20/09/2019).

Hadir pada Konfrensi Pers tersebut Kapolsek Tangerang, Puji Hardi SH, MH, didampingi Kabag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rochim dan Kanit Reskrim Tangerang IPTU Prapto Laksono SH.

Kapolsek Tangerang mengatakan “keberhasilan petugas menangkap tersangaka berawal Pada senin (09/09/2019) sekira pukul 21.20 WIB, Piket Reskrim Polsek Tangerang medapatkan laporan bahwa ada korban pencurian dengan kekerasan (modus pepet rampas) yang sedang dirawat di Rs Emc Kota Tangerang, kemudian Tim Resmob Polsek Tangerang, melakukan pengecekan terhadap korban, serta melakukan cek TKP, dengan sigap dan cepat Tim Resmob Polsek Tangerang melakukan identifikasi pelaku,”katanya.

Lanjutnya lagi Pada 17 September 2019 pukul 21.00 WIB Tim Gabungan 15 personel yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tangerang IPTU Prapto Lasono SH, didampingi Kanit Resmob Restro Tangerang Kota IPTU Tapril SH dan IPDA Adityo Wijanarko, SH, petugas berhasil menangkap  pelaku pencurian dengan kekerasan ( pepet rampas) ditempat yang berbeda,” terangnya.

Lagi katanya hasil dari Introgasi petugas pelaku mengakui perbuatannya, dari keterangan para tersangka sebelum melakukan aksinya di Jl. Jenderal Sudirman Cikokol depan kampus LP3I mereka juga melakukan di 4 TKP yang berbeda, yang pertama pelaku melakukan aksinya di Jl. Jenderal Sudirman ( lampu merah metropolis) hasil yang di dapat tas rangsel berisikan uang Rp.1.000.000,- Hp merk 0ppo A37, Hardisk, Kipas angin,( korban perempuan), yang ke dua pada awal Agustus 2019 Jl. MH Thamrin, dari arah Tangerang menuju ke Serpong (sebelum lampu merah gading) tas rangsel  warna hitam berisikan Uang tunai Rp. 500rb, Hp merk Nokia, SIM, STNK dan KTP (Korban perempuan), yang ke tiga pada akhir Agustus 2019 melakukan perampasan di JL. MH.Thamrin dari arah Tangerang menuju ke Kebon Nanas (depan pabrik Kumafiber) Tas slempang warna hitam yang berisikan, uang tunai Rp 350rb, STNK dan KTP, (Korban perempuan) dan yang ke empat di Jl. Jenderal Sudirman Cikokol depan LP3I, Katanya.

Rendi Ilham alias (Gandok), yang berprofesi sebagai pengamen, melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan pasal 365 KUHP. Aksinya dia lakukan bersama teman-temannya, 1. Rendi sebagai pilot yang mengemudikan Sepeda motor. 2.Triyono alias (Aloy) pekerjaan pengamen, tugas sebagai yang merampas barang korban (Eksekutor) warga Gg. Alfalah,3.Abdul Muklis pekerjaan pengamen, warga Cipondoh, tugas sebagai penjual barang hasil kejahatan, 4. Nugi Indra Saputra alias (Jempol) pekerjaan pengamen, warga Cipondoh tugas sebagai penjual barang kejahatan. 5. Sutrisno warga Poris Plawad, Cipondoh pekerjaan wiraswasta tugas sebagai penadah hasil kejahatan.

Cara modus pelaku menggasak korban, pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor jenis matic, kemudian memepet korban, saat itu korban sedang mengendarai seorang diri dan langsung merampas tas rangsel milik korban yang berisikan uang tunai 1.000.000,- KTP, SIM, STNK, HP merk Vivo V5s warna hitam, hingga akhirnya korban terjatuh dan mengalami luka pelipis robek, lebam mata kiri, memar bibir atas, lebam paha kanan dan kiri, luka lecet tangan kanan dan kiri, sehingga korban harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Barang Bukti (BB) 1 unit sepeda motor beat merah putih No pol B 3693 CLT,1 buah Hp merk Vivo V5s warna hitam, 1 buah Jaket sweter warna merah 1. buah jaket sweter warna merah, 1.buah celana warna coklat.

Pasal yang disangkakan pasal 365 Ayat 2 Ke 1e KUHP (pencurian dengan kekerasan) Ancaman hukuman 12 tahun penjara.(Rical /Dusman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini