MEDIA PURNA POLRI,ROKAN HILIR- Warga Pematang Botam Jalan H. Anas Maamun, Niat ingin mengais rejeki namun akhirnya maut menghantam 6( enam) orang mejadi korban sengatan listrik bertegangan tinggi di jalan H. Anas Maamun Kepenghuluan Pematang Botam, Kecamatan Rimba melintang Kabupaten Rokan Hilir Prov. Riau.
2 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Rimba Melintang.

Kejadian bermula saat pengerjaan normalisasi pembersihan parit anggaran Dana Desa (ADD) 8 Agustus 2019 kejadian tersebut sekira jam 13.30 wib di jalan H. Anas Maamun, Kepenghuluan Pematang Botam Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir.

Korban sempat di larikan kepuskesmas terdekat, guna mendapat pertolongan, namun Tuhan berkehendak lainĀ Korban tidak dapat diselamatkan hingga menghembuskan nafas terakhir di puskesmas Rimba Melintang korban 1 Sirait (45)tahun warga Kepenghuluan Pematang Botam, Kecamatan Rimba Meliantang.
Korban 2 Aman Siagian(46)tahun warga Pematang Tanah Jawa Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun Sumatera Utara yang kebetulan baru tiba di Rimba Melintang untuk mengunjungi rumah orang tuanya di Rimba Melintang.

Empat korban lainya masih dalam perawatan intensif di pukesmas Rimba Melintang masing-masing adalah,M. Sinambela (62),A. Nenggolan( 53),Aris dan P. Huta Gaul.

Sesuai penuturan teman korban berkeja Rhaman Sinanukalit (31)kepada media ini, mereka di tawari pekerjaan untuk membersikan rumput dalam parit yang tidak bisa di sentuh oleh alat berat (eskavaktor beko) karena kebetulan banyak penghalang seperti, rumah yang berdiri di atas bibir parit dan kabel listrik yang rendah sehingga alat berat tidak leluasa melakukan kegiatannya hingga membutukan tenaga orang lain untuk menarik rumput yang tidak bisa di tarik alat berat tesebut.

Melihat alat berat susah bekerja karena aliran kabel listrik rendah, sehingga mereka menyokong kabel dengan gagang egrek yang di ujungnya dibuat kait untuk cantolan kabel tersebut.

Yang menambah luka keluarga korban semankin dalam A. Siagian tidak ikut dalam anggota harian upahan kegiatan pengerjaan, hanya maksud ingin membantu temanya untuk mendirikan sokong kabel namun berujung maut. Sambutan mengelegar suara tangisan histerisĀ  yang terjadi saat korban tiba di rumah duka. (Tutur Suriadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini