MEDIA PURNA POLRI,KALTENG- Ujungnya PT THU Energi Barsel undur diri dari operasi senyap alias terduga illegal,banyak izin yang disorot media dan LSM,pasalnya Humas Perusahaan itu tidak terbuka,dan beroperasi diduga diluar perizinan resminya,selonong boy alias bekerja diluar korador hukum,meski dengan jumlah karyawan cukup banyak 600 orang lebih penghujungnya kena PHK dengan proses ketenaga kerjaan yang belum jelas,apa hak karyawan dipenuhi atau tidak.

Sorot tim mpp diantaranya,terkait TKA di PT THU Energi,dalam Surat diatas tertera ada 24 TKA yang ikut di PHK bersama tenaga lokal,sedang didaftar Dinas Ketenagakerjaan Barsel yang memperkerjakan seorang TKA saja dan berdomisili di Jakarta bukan di Barsel Kalteng( hasil konfir tifkom ),mana yang benar ,keduanya menggukan data resmi,ujar (tifkom),yang absah infonya 24 orang TKA,dan sempat kena sergap tim APH tapi prosesnya tidak jelas,yang 23 TKA apa dipulangkan kenegara asalnya ataukah diproses hukum sesuai perundangan tim mpp belum berhasil melacak prosesnya oleh tim APH terkait.

Komentar aktifis LSM anti Korupsi (Tifkom),yang selama ini vokal menyorot berbagai dugaan kasus hukum yang sering menguap tanpa bekas,termasuk dugaan badan hukum usaha PT THU Energi yang sempat dilidik Tim Polda Kalteng dikabarkan bubar dan dipindah tangankan,masalahnya lanjutan hasil lidiknya seperti apa,ataukah SP3 semuanya belum jelas.

Latif Kamarudin selaku aktivis Lembaga Pendidikan Pemantauan Dan Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (LP3K – RI ) angkat bicara siapa dalang, Sampai beroperasi nya perusahaan tersebut yang diduga tanpa memiliki perijinan resmi dari Pemerintah, sebut nya ,Latif mengatakan mohon kepada penegak hukum agar melakukan penyelidikan kepada pejabat dan dinas instansi yang bertanggung jawab terhadap perusahaan itu, soal nya hasil pantauan beberapa waktu lalu di areal perusahaan itu di duga banyak yang janggal di areal perusahaan itu karena ada membangun bangunan gedung sarang burung walet, Berternak dan lain lain, sedang perusahaan itu hanya berstatus perijinan di bidang arang, hal ini yang menurut Latif ,bahwa perusahan itu banyak melakukan pelanggaran yang tidak sesuai dengan peruntukan nya, sehingga berpotensi sangat merugikan daerah, baik dari pajak perijinan nya yang sesuai prosedural pemerintah maupun dan kontribusi daerah lain nya, yang ironis nya, beberapa waktu yang lalu sempat di datangkan oleh tim polda Kalteng, karena perusahaan PT THU GE itu di duga telah melakukan pencemaran lingkungan dan membangun sarana prasarana bangunan di perusahaan itu tidak sesuai dengan undang undang lingkungan hidup, Terus menurut Latif Kamarudin, dengan beroperasi nya perusahaan itu beberapa waktu lalu, siapa dalang pejabat-pejabat yang bertanggung jawab yang menjamin sehingga beroperasi nya perusahaan arang yang di duga telah menyalahi prosedural dan di duga tanpa miliki ijin resmi itu dan kini sampai berdampak terhadap karyawan lokal yang membutuhkan pekerjaan, kini pihak perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja secara permanen.

Sorotan (Tifkom),terhadap management PT THU Energi merupakan sikap kritis sebagai aktifis lembaga anti korupsi wilayah Kalimantan Tengah karena faktnya beberapa kasus hukum hasil lidik APH diduga terhenti tanpa membedah leboh jauh mana yang unsur Administrasi,mana yang aspek perdata dan mana yang masuk delik yang harus ditindak lanjuti secara tegas dan profesional.

(Tifkom),Korlap Lp3k-Ri Kalteng,skill dan keberanianya cukup handal menyorot berbagai dugaan penyimpangan hukum dari berbagai elemen masyarakat,harusnya demikian ada aktifis Lsm yang berani bicara karena benar,sejalan dengan statment mpp berani karena benar( mr the best of comment),diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran bagi Bangsa dan Negara bravo buat mr (tifkom),lanjut kinerja anti korupsinya bersama mpp membangun penegakan hukum mskin mantap,bukankah itu harapan kita semua.(Tim MPP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini