MEDIA PURNA POLRI,PURWAKARTA- Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Purwakarta diwarnai aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat untuk Kebenaran Kabupaten Purwakarta (AMMUK), Selasa (6/8/2018).

Awalnya aksi tersebut berjalan normal,Puluhan mahasiswa menuntut agar anggota dewan periode 2014 – 2019 yang terpilih kembali pada periode 2019 – 2024 yang tersandung kasus dugaan SPPD fiktif agar tidak dilantik.

Dalam aksinya puluhan mahasiswa menampilkan aksi teatrikal sambil membakar sampah. Kepulan asap hitam membumbung di gerbang gedung DPRD sebagai tempat jalannya aksi.

Tidak lama berselang, para peserta aksi mencoba masuk ke dalam Gedung DPRD. Namun mendapat hadangan dari pihak Kepolisian,saling dorongpun antara kedua belah pihak tidak bisa terelakan.

Suasana semakin memanas ketika sejumlah Mahasiswa yang di amankan oleh pihak aparat keamanan,dengan tidak terimanya rekan Mahasiswa yang diamankan oleh pihak aparat keamanan dan bentrok pun tidak bisa dihindari.

Koordinator aksi Didin Wahidin mengaku, dalam beberapa kajian ditemukan sejumlah kejanggalan sehingga kemudian pihaknya merasa perlu menyuarakan kebenaran terkait penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran para legislator berdasarkan Undang-undang nomor 33 tahun 1999 tentang Tidak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Kami meminta Kejari menuntaskan kasus SPPD fiktif tahun 2016,yang melibatkan 45 anggota DPRD Purwakarta sebelumnya dalam kasus SPPD fiktif,” Ungkap Didin kepada Awak Media. (Margono S)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini