MEDIA PURNA POLRI,MEDAN- Seorang bandar besar Narkoba tewas ditembak lantaran melakukan pengeroyokan terhadap petugas Polsek Patumbak yang akan menangkapnya di Jalan Marindal I Pasar IV Gang Keluarga, Kecamatan Patumbak, Jum’at (8/8/2019).

Bahkan akibat pengeroyokan itu Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar terpaksa mendapatkan perawatan medis atas lukanya. Berdasarkan informasi, peristiwa pengeroyokan yang berakhir dengan tewasnya tersangka bandar Narkoba ini, berawal, Kamis (7/8/2019).

Saat itu, personil Polsek Patumbak menggelar Gerebek Kampung Narkoba (GKN) di Jalan Karya Marindal I Gang Rukun, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

GKN yang langsung dipimpin oleh Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar ini pun berhasil mengamankan tiga pengedar Narkoba berinisial U,49, K,30, dan S,29. Dari tangan tersangka berinisial U petugas menyita barang bukti 2 plastik kecil berisi Sabu, kaleng bekas rokok berisi ratusan plastik klip berukuran sedang dan kecil serta uang sebesar Rp 150 ribu hasil dari menjual barang haram tersebut.

Sedangkan dari tersangka berinisial K, diamankan 2 paket kecil Sabu, belasan plastik klip berukuran sedang dan kecil dan uang sebesar Rp 200 ribu hasil penjualan Narkoba. Terakhir, dari tersangka berinisial S diamankan barang bukti 1 plastik berukuran sedang berisi Sabu dan 15 plastik kecil berukuran kecil.

Setelah diamankan, ketiga tersangka diinterogasi oleh petugas dan didapatkan nama bandar besarnya. Mendapat informasi itu, AKP Ginanjar Fitriadi beserta anggotanya lantas melakukan pengembangan dan mencari rumah bandar besar berinisial A yang berada di Jalan Marindal I Pasar IV Gang Keluarga, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Begitu di lokasi, Polisi melihat tersangka A sedang duduk di depan rumahnya, seperti sedang menunggu calon pembeli Sabunya datang. Mengetahui petugas akan melakukan penyergapan, tersangka A pun berusaha untuk melarikan diri dengan cara kabur menuju ke jalan besar. Petugas yang tidak ingin buruannya kabur begitu saja, kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka.

Sesampainya di jalan besar, ternyata tersangka tidak sendirian. Ia dan sekitar 20 orang rekannya melakukan pengeroyokan terhadap AKP Ginanjar dan anggota Polsek Patumbak lainnya dengan menggunakan senjata tajam (Sajam). Akibat insiden ini orang nomor satu di Polsek Patumbak itu pun mengalami luka-luka dan terbaring di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis pada bagian wajah tepatnya pipi kiri di bawah mata dan lengannya.

Sementara itu, usai melakukan pengeroyokan tersangka A ini berhasil ditangkap saat berusaha bersembunyi di kamar mandi milik salah seorang warga di sekitar lokasi.

Dalam penangkapan itu, petugas menemukan barang bukti 5 plastik klip berukuran sedang berisi Sabu, 5 plastik klip berukuran kecil berisi Sabu, timbangan elektrik ratusan plastik dan uang Rp 300 ribu hasil penjualan Narkoba.

Tersangka kemudian dibawa untuk dilakukan pengembangan mencari barang bukti lainnya. Namun, saat bersamaan tersangka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

“Kita sudah memberikan beberapa kali tembakan peringatan ke udara namun tidak diindahkan. Petugas akhirnya terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak tersangka,” Ungkap Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Priambodo ketika ditanya wartawan, Sabtu (10/8/2019).

Bukannya menyerahkan diri, tersangka yang sudah dalam posisi terluka justru melompat ke parit. Tersangka yang sudah tidak berdaya kemudian dibawa polisi ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan. Setelah beberapa jam dirawat tersangka akhirnya tewas.

“Tersangka A sudah lama jadi target operasi. Dia ini cukup lihai, karena dalam seminggu ia bisa menjual setengah sampai satu kilogram Sabu,” Pungkas Raphael mengakhiri.(JL/Team MPP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini