MEDIA PURNA POLRI,JAWA BARAT- Dit Reskrimsus Polda Jabar gelar Konferensi Pers terkait keberhasilan nya mengungkap dan menangkap pelaku kasus Penyalah Gunaan Dana Klaim BPJS Pada UPT RSUD Lembang Ta.2017 sampai Ta.2018.

Kabid Humas Polda Jabar KOMBES Pol Trunoyudo Wisnu Andiko,S.I.K, di dampingi Wadir Reserse Krimsus AKBP.Harri Brata mengatakan melalui proses penyidikan dan penyelidikan dari tahap awal sampai akhir mulai dari tahun 2017 sampai dengan 2018 Ditreskrimsus Polda Jabar berhasil mengungkap dan menangkap pelaku dugaan tindak pidana penyalah gunaan dana klaim BPJS pada UPT RSUD Lembang dari tahun 2017 sampai tahun 2018.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar KOMBES. Pol Trunoyudo Wisnu Andiko,S.I.K, Dr.OH/ PNS mantan Kepala UPT RSUD Lembang di tetapkan sebagai tersangka bersama bendaharanya, karena tersangka di duga melanggar Pasal 2,3dan Pasal 8 UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 dan 64 ayat 1 KUH Pidana.

Pada periode tahun 2017, pihak UPT RSUD Lembang mengklaim dana BPJS sebesar Rp. 5.522.232.500,(lima milyar lima ratus dua puluh dua juta dua ratus tiga puluh dua ribu lima ratus rupiah) secara bertahap dan pada periode tahun 2018 sampai bulan September 2018 sebesar Rp. 5.885.696.342,(lima milyar delapan ratus delapan puluh lima juta enam ratus sembilan puluh enam ribu tiga ratus empat puluh dua rupiah).

Kabid Humas kemudian menyampaikan bahwa secara bertahap, sehingga jumlah dana klaim BPJS RSUD Lembang mulai dari tahun 2017 sampai dengan Bulan September 2018 yang masuk ke rekening RSUD Lembang adalah sebesar Rp. 11.407.928.842; (sebelas milyar empat ratus tujuh juta sembilan ratus dua puluh delapan ribu delapan ratus empat puluh dua rupiah).

“Setelah dana klaim BPJS masuk ke rekening, oleh pihak RSUD Lembang seharusnya menyetorkan uang tersebut ke Kas Daerah Kabupaten Bandung Barat sebagai pendapatan dalam APBD Kab Bandung Barat.

Namun terjadi penyalahgunaan yang dilakukan oleh Kepala dan Bendahara RSUD Lembang dengan cara tidak menyetorkan sebagian dana klaim BPJS tahun 2017 sampai bulan September 2018.”Papar Truno.

Masih menurut Kabid Humas dana klaim BPJS UPT RSUD Lembang yang disetorkan ke kas Daerah berdasarkan bukti surat tanda setoran dari tahun 2017 bulan september 2018 hanya sebesar Rp. 3.712.011.200,(tiga milyar tujuh ratus dua belas juta sebelas ribu dua ratus rupiah).

“Ada dana BPJS yang tidak di setorkan oleh UPT RSUD Lembang ke Kas Daerah Kab. Bandung Barat dan menjadi kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 7.715.323.900,(tujuh milyar tujuh ratus lima belas juta tiga ratu dua puluh tiga ribu sembilan ratus rupiah).”Jelas Truno.

Bersama 2 orang tersangka turut di sita 43 macam dokumen sebagai barang bukti,16 buah barang berupa tas, guci, dan hiasan dinding,turut di sita sebagai barang bukti berupa 5 set meubeler yang terdiri dari meja, kursi, buffet TV, tempat tidur dan lemari.

Di sita pula sebagai barang bukti berupa tanah dan bangunan seluas 120 M2 di Kecamatan Paal Lima Kota Jambi Provinsi Jambi dengan sertifikat nomor 4465 atas nama LETTY SATRIANI; serta tanah dan bangunan seluas 132 M2 di Kecamatan Paal Lima Kota Jambi Provinsi Jambi dengan sertifikat nomor 4474 juga atas nama LETTY SATRIANI. (Bidhum)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini