MEDIA PURNA POLRI,NTT- Kepolisian Sektor (Polsek) Kelapa Lima menggelar konferensi pers terkait pengungkapan dua pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap korban Susanti (37) di rumah dinas Imigrasi Oeba, Kota Kupang,

Hadir dalam konferensi pers tersebut, Kapolsek Kelapa Lima, AKP Didik Kurnianto, S.H, S.I.K bersama Anggota Reskrim Polsek Kelapa Lima bertempat di Mapolsek Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Minggu (4/8/2019).

Kapolsek Didik menyatakan kepada awak media bahwa kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) dilakukan oleh dua pelaku yakni Kornelius Modok alias Lius (45) warga Nunkurus, Kabupaten Kupang dan Maksi Manafe (38) terhadap korban Susanti (37) di rumah dinas Imigrasi Oeba.

Dijelaskan Kapolsek Didik, sebelumnya ke dua pelaku mengincar rumah korban selama satu minggu, karena korban selalu bepergian dengan suaminya. dan saat kejadian korban sendirian sebab suami korban merupakan kepala Imigrasi di Atambua, Kabupaten Belu dan sedang berada di Atambua.

“Kejadian curas ini dilakukan oleh kedua pelaku pada tanggal 27 juli 2019 dini hari di rumah Susanti (37),” Katanya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku masuk lewat belakang rumah dengan cara membongkar pintu rumah belakang dan masuk ke dalam rumah kemudian menodongkan pisau dan golok ke korban. lalu pakaian korban dirobek kemudian korban diikat menggunakan tali, setelah korban diikat barang-barang korban digasak oleh ke dua pelaku dan ke dua pelaku saat melakukan aksinya menggunakan tutup kepala dan masker untuk menyembunyikan jatidirinya.

“Barang yang di ambil yakni 1 buah laptop, 1 buah Hp, 1 kalung emas dan liontin kurang lebih 40 gram, gelang emas, cincin kawin, jam tangan emas, serta uang tunai. total kerugian ditaksir sekitar Rp 120 juta,” Ungkap Kapolsek Didik.

Setelah menggasak barang milik korban, ke dua pelaku menggadaikan barang emas tersebut di dua tempat yakni pegadaian So,e, TTS dan pegadaian Oesao dan laptop di buang ke laut karena takut terdeteksi serta jam tangan juga katanya dijual namun belum tahu jualnya ke siapa, sementara Hp di jual kepada saksi Riky dan kami masih mendalaminya apakah saksi Riky terlibat atau tidak.

Dari kejadian ini akhirnya korban Susanti melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Kelapa Lima.

Setelah menerima laporan, Polsek Kelapa Lima berkoordinasi dengan Polres Kupang Kota dan Polda NTT untuk melakukan pengembangan selama satu bulan dan akhirnya kami melakukan proses penangkapan terhadap ke dua pelaku yang merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polsek Kelapa Lima bekerja sama dengan Buser Polres Kupang Kota dengan cara melacak keberadaan pelaku melalui Hp korban yang di ambil oleh kedua pelaku dan dijual kepada saksi Riky.

Untuk diketahui bahwa ke dua pelaku merupakan residivis. Mereka ini pemain lama dan keduanya saling kenal ketika berada di Lapas.

Atas perbuatan ke dua pelaku, korban mengalami kerugian sebesar Rp.120 juta dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku di sangka telah melanggar pasal 365 KUHP.

“Keduanya diancam dengan pidana paling lama sembilan tahun,” Pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota ini.

(Oscar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini