Media Purna Polri, NTT – Keluarga Almarhum Siprianus Lasi Kosat (40) warga Desa Oenak, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) minta kepada pihak Polres TTU segera melakukan Autopsi terhada Jenazah Almarhum Siprianus Lasi Kosat karena ditemukan tak bernyawa di Desa Fatumuti pada tanggal 18 Juni 2019 sekitar pukul 10.22 wita. sekaligus minta polisi segera usut tuntas kematiannya.

Hal ini diungkapkan oleh Kakak Kandung Almarhum Sipri Lasi Kosat, Zakarias Eli Kosat kepada awak media saat melakukan jumpa pers di Jalan Oe Ekam, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Minggu (5/8/2019).

Zakarias Eli Kosat menjelaskan, Saat ditemukan, kondisi Adiknya yang sekaligus Sekertaris Desa Oenak ini mengalami luka parah.

“Adik saya menghembuskan nafas terakhir keesokan harinya setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Leona Kefamenanu,” Kata Zakarias.

Ia melanjutkan, Menurut polisi, Adik saya (Sipri -red) meninggal akibat kecelakaan tunggal. Namun kami selaku pihak keluarga tidak yakin kalau kematian Sipri karena kecelakaan. kami keluarga  menduga, almahrum  meninggal akibat dianiaya.

“Kami melihat banyak kejanggalan karena kondisi lukanya sangat parah. Kepala bagian belakang retak dan ada luka besar di tenggorokan, sementara sepeda motor yang dikendarai korban tidak rusak apa-apa, hanya kaca spion bagian kanan yang pecah,” ungkapnya.

Melihat kondisi luka korban dengan sepeda motor yang dikendarainya sangat tidak wajar jika korban dinyatakan meninggal akibat kecelakaan. untuk itu maka kami meminta pihak Polres TTU segera melakukan Autopsi Jenazah korban untuk bisa mengungkap penyebab kematiannya.

“Kami sudah buat laporan polisi di Polres TTU dengan nomor laporan LP/197/VII/2019/NTT/RES TTU pada tanggal 6 Juli 2019 tentang dugaan penganiayaan,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebelum ditemukan sekarat di jalan, korban baru selesai mengikuti latihan koor (Paduan suara) dalam rangka HUT Paroki Hati Yesus Maha Kudus di Noemuti.

Setelah selesai latihan, korban meminjam sepeda motor milik Kanisius Lukis jenis Supra X dengan nomor polisi DH 5185 DF. Saat itu, korban berniat hendak berbelanja di kios yang tidak jauh dari lokasi latihan. Sesaat kemudian, korban ditemukan tergeletak di jalan dengan tubuhnya banyak luka dan bersimpah darah.

“Kami keluarga baru tahu setelah salah satu anggota linmas memberi kabar. Setelah beberapa jam kritis di rumah sakit, akhirnya korban meninggal pada 19 Juni 2019 pukul 03.00 wita”, jelas Kosat.

Setelah itu, Dua minggu kemudian baru anggota Satlantas Polsek Noemuti menggelar olah TKP dan hasilnya menyatakan bahwa korban meninggal akibat celaka tunggal.

Sementara terpisah, Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H, S.I.K, M.H saat dikonfirmasi via whatsappnya namun belum merespon hingga berita ini di publikasikan.

(Oscar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini