Media Purna Polri, Mojokerto – Putus sekolah bukan halangan untuk berhenti berkreatifitas, Anak putus sekolah biasanya sehari hari waktu dihabiskan di jalanan tanpa terarah.Mereka memenuhi kebutuhannya sendiri dengan mengais rezeki di tengah-tengah kehidupan jalanan yang keras, kurangnya kasih sayang dari orang tua.

Meskipun lelah dan peluh tak mereka hiraukan, karena memang sisi kehidupan mereka yang lebih senang berada di jalanan. Tidak ada seseorang yang mengatur kehidupan mereka. Mereka dapat melakukan hal apa saja sesuai dengan keinginan diri mereka.

Menurut Pedoman Pelayanan Sosial Anak Terlantar (Departemen Sosial RI, 2008 ) masalah anak terlantar dapat dilihat dari beberapa perpektif, antara lain : anak terlantar yang mengalami masalah dalam sistem pengasuhan, seperti yang dialami anak-anak yatim piatu, anak dari orang tua tunggal, anak dengan ayah/ibu tiri, anak dari keluarga yang kawin muda, anak yang tidak diketahui asal-usulnya (anak yang dibuang orang tuanya); anak yang mengalami masalah dalam cara pengasuhan, seperti anak yang terlibat dalam tindak kekerasan baik secara fisik, sosial, maupun psikologis, anak yang mengalami eksploitasi ekonomi.

Miris dengan keadaan tersebut ,aktifis Lingkungan hidup Mojokerto meng inisiasi mengarahkan anak2 putus sekolah dengan menampung kreatifitas dengan pelatihan bikin sovenir dan industri kreatif rumahan, Rabu (31/07/2019).

Berada di desa pagerluyung ahmad mambo (aktifis pemberdayaan dan ekowisata ) bersama Imam Mahfud ketua Yasos BKS Mojokerto memfasilitasi dan membimbing mereka untuk berpikir positif dengan wadah KPPL ( Kampung Peduli Pencemaran Lingkungan ) untuk mempersiapkan generasi dalam menyikapi hidup meski keterbelakangan sdm pendidikan.

Hal ini di respon positif oleh dewa yoga (19) dan kawan-kawan warga Pagerluyung yang pernah putus sekolah, Dewa Yoga mengajak teman temannya untuk bikin kerajinan dari limbah kayu juga bambu baik lampu tidur maupun gelas dari bambu dia pun berharap nantinya ada pihak yang membantu untuk mendanai maupun mengajari bikin kreatifitas agar tidak terjerumus kepada hal hal yang negative seperti mabuk -mabukan mengarah ke tindak kriminal.

Dia dan kawan kawannya juga berterima kasih kepada Mambo & Yasos BKS yang selalu menssuport dan mengajari tanpa mengenal lelah.

“Semoga kedepan anak anak putus sekolah selalu diperhitungkan dalam hal wadah kreatifitas .dan nanti kita persiapkan wadah rumah kreativ ” Ungkap Mambo

Diharapkan pula oleh ketua Yasos BKS Imam Mahfud ” Semoga kedepan banyak pihak yang peduli dengan anak putus sekolah untuk dibimbing dan diarahkan kepada hal hal yang bisa di tampung dan di terapkan dalam kreatifitas yang terpendam baik melalui UMKM maupun industri kreatif unik “.

Meski dekat dengan SKB ( sekolah kegiatan belajar ) Kabupaten Mojokerto namun terkadang anak anak putus sekolah malu untuk datang belajar disana maka perlunya pendekatan sosial juga sosialisasi progam yang ter arah agar anak anak tersebut tetap mau belajar dan di bimbing kearah yang kebih baik dalam penanganan dan pemberdayaan anak putus sekolah.

Sumber : Mam/Mbo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini