MEDIA PURNA POLRI,JAKARTA- Adalah I’im (56) Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mawar Putih yang berada di bawah binaan Dinas Sosial DKI Jakarta, berhasil meraih penghargaan PKT (Pengembangan Kewirausahaan Terpadu) Awards 2019. Penyerahan penghargaan diberikan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati, di sela-sela pembukaan ajang UKM Expo 2019 di Balai Kartini, Jakarta pada Jum’at (19/7).

“Ini pertama kali KUBE kami mendapat penghargaan dalam PKT Awards. Alhamdulillah semoga bisa menjadi contoh bagi KUBE lainnya,” Terang I’im.

Selama memimpin KUBE Mawar Putih, I’im berhasil membawa perubahan. Pada 5 Februari 2015, KUBE Mawar Putih resmi menjadi CV atau Commanditaire Vennontschap yang biasa disebut Persekutuan Komanditer yang didirikan oleh satu atau beberapa orang.

Alasan Ia menjadikan KUBE Mawar Putih sebagai CV dikarenakan banyaknya pesanan dari instansi Pemerintah, sehingga dengan adanya CV itu, pesanan bisa dibuat dalam partai besar. “Kami didorong oleh Dinas Sosial DKI Jakarta, Walikota, Sudin, dan instansi-instansi Pemerintah yang lain, untuk dibuat menjadi CV. Supaya ada Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)nya. Karena pesanan kita juga ada dari Kementerian Sosial, Korpri, juga pesanan rumahan,” Ujar I’im.

Kesuksesan karirnya berawal pada 2008, ketika KUBE yang ia naungi diberi bantuan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta sebesar Rp. 20.000.000,-. Dari situ, Ia bersama kelompoknya berinisiatif mengembangkan usaha chatering dan kue. “Kami gunakan untuk beli perlengkapan masak sampai pamflet untuk promosi,” Ungkapnya.

Selain itu, Ia bersama kelompoknya juga kerap mengikuti perlombaan dan selalu masuk dalam tiga besar. Dari rangkaian kompetisi yang diikuti, nama KUBE yang dipimpinnya pun semakin terkenal dan banyak instansi Pemerintah yang mengajaknya kerjasama. Ia mengatakan dari usaha KUBE yang dipimpinnya, dapat menambah penghasilan kepada anggotanya. “Saya ingat, dulu cuma bisa ngasih 10ribu dalam sehari ke anggota. Kalau sekarang, bisa ngasih 100ribuan. Apa lagi kalau ada pesanan banyak. Alhamduliah jadi ada pemasukan,” Tuturnya.

I’im mengaku, karir yang dijalani bersama KUBEnya tidak selalu berjalan mulus. “Dulu kendalanya, kami hanya punya satu kendaraan. Sedangkan pesanan ada dari beberapa tempat dan selalu dalam porsi banyak. Mau nggak mau kami mengandalkan tukang ojek dan bajaj,” Ungkap I’im.

“Hasil dari lomba kadang ada yang sejuta, 4 juta, itu kami kumpulin. Terus saya memberanikan diri untuk ambil mobil. Sekarang sudah punya kendaraan sendiri, jadi mudah nganternya,” Kenangnya.

Saat ini, Kube yang Ia ketuai berhasil menyerap 10 orang tenaga kerja, yang semuanya berasal dari wilayah Kecamatan Johar Baru. Para tenaga kerja itu merupakan warga miskin di daerah kumuh dan padat penduduk. “Di antara mereka ada janda yang punya anak 3 sampai 7 orang. Ada yang suaminya hanya supir, tukang ojek, dan rongsokan juga besi tua. Jadi dengan adanya KUBE ini, apalagi sudah menjadi CV, bisa membantu perekonomian kami semua,” Terang I’im.

Tidak hanya itu, diakui I’im, sudah ada perwakilan berbagai Negara yang berkunjung ke lokasi usaha KUBEnya untuk melakukan studi banding.

“Sudah ada dari Bangladesh, Kuwait, Fiji. Mereka berkunjung ke kami. Menanyakan bagaimana caranya agar usahanya bisa berjalan sesukses ini. Saya jawabnya konsisten dan jujur,” Tutupnya.(Dessi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini