MEDIA PURNA POLRI,KEPSUL- Bupati Hendrata Thes mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Polda Maluku Utara. Hendrata dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait kasus dugaan pencemarana nama baik yang dilakukan dirinya terhadap salah satu oknum anggota DPRD Ilyas Yainahu.

Ketua Tim Kuasa Hukum Ilyas Yainahu, Wandi Buamona saat dihubungi via telpon selulernya Kamis (18/7/2019), mengatakan, Ditreskrimum Polda Malut melayangkan surat panggilan pertama terhadap Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes yang diterima salah seorang Satpol PP Mardani Fokatea pada Kamis (11/7/2019), namun dia tidak menghadiri panggilan tersebut, Kata Wandi.

“Terkait panggilan ke Bupati itu untuk klarifikasi tapi kalau dia tidak mau datang itu hak dia. sebenarnya dia (Bupati red) harus hadir kasih keterangan bahwa, maksud apa sehingga dia sampaikan begitu ke klien kami (sebutan Tuli red). Tapi kami tetap minta Polda untuk buat panggilan kedua kepada Bupati Hendrata Thes.”Jelasnya.

Lanjut Wandi, apabila panggilan kedua dan ketiga kali Bupati Hendrta terus mangkir, mungkin langkah-langkah hukum yang diambil penyidik seperti apa itu ranahnya Polda.

Apakah penyidik datangi Bupati untuk dilakukan pemeriksaan di Kepulauan Sula atau pemanggilan paksa itu juga ranahnya penyidik. Kami selaku kuasa hukum yang mendampingi Klien kami tetap pada prinsip mendesak Polda untuk segera memanggil Bupati Hendrta Thes, Ujar Wandi Buamona.

Sekedar informasi, Bahwa, salah satu anggota DPRD Ilyas Yainahu melalui Kuasa Hukumnya Wandi Buamona dan Armin Soamole telah melaporkan Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes ke Ditreskrimum Polda Maluku Utara, karena Bupati sebut Ilyas Yainahu Tuli. (Isto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini