Media Purna Polri, Kab.Serang – Seperti masyarakat ketahui Jalan desa yang bagus dan layak dapat mendongkrak roda perekonomian masyarakatnya dalam mengais rejeki. Dan sudah menjadi kewajiban pemerintah Pusat,Kabupaten Atau pemerintahan desa untuk mensejahterakan kehidupan rakyatnya. Dan Insfratuktur jalan merupakan fasilitas umum yang sangat dibutuhkan masyarakat, oleh sebab itu pemerintah gencar memberikan bantuan proyek terutama untuk program pemeliharaan jalan. Namun sangat miris sekali masih saja ada oknum oknum pejabat yang mengambil keuntungan demi kantong pribadi dan golongannya.

Salah satunya proyek desa yang yang sedang dikerjakan di Kampung Sukamaju,Desa Bendung,Kecamatan Tanara Kabupaten serang. Dengan anggaran (ADD) yang tidak jelas ,karena dalam penherjaan proyek tersebut tidak ada papan nama proyek tidak terpampang di lokasi pengerjaannya, Sabtu (13/07/2019).

Seperti yang dipantau oleh rekan-rekan media dan warga masyarakat setempat, yaitu proyek betonisasi yang berlokasi di Desa Bendung Kecamatan Tanara Kabupaten serang tersebut diduga proyek siluman atau proyek tidak jelas dan tidak sesuai spekifikasi pengerjaannya. Karena proyek tidak adanya papan informasi proyek yang menginformasikan nama jenis pengerjaan ataupun asal usul jumlah anggaran.

Menurut nara sumber warga setempat MS (45) mengatakan kepada awak media newsinvestigasi86.com, dirinya mengatakan ” kami sebagai warga Sungguh sangat menyayangkan proses pekerjaan proyek betonisasi tersebut, diduga asal-asalan, karena saya ikut memantau langsung di lapangan waktu proses pengecoran, ketebalan beton variasi, ada yang hanya 13 cm dan ada yang 17 cm tidak sesuai spek ukurun yang harus dipakai untuk proyek betonisasi tersebut, proyek pengerjaannyapun asal asalan dan sangat merugikan negara .”Tuturnya.

Lanjutnya ” Sedangkan yang saya ketahui, dalam aturan pemerintah sudah jelas diatur dalam <strong>peraturan presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah. Regulasi ini mengatur setiap pengerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek”.

” Saya sangat menyayangkan hasil pekerjaannya tidak sesuai harapan, karena tidak sesuai aturan yang seharusnya dalam pelaksanaan pengerjaan dipasang papan nama proyek. Papan informasi proyek harusnya di pasang agar Supaya masyarakat tahu sumber anggarannya dan jenis pekerjaanya, agar supaya masyarakat bisa ikut serta mengawasinya,”tambahnya.

Seraya menjelaskan isi papan proyek, diantaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek, menurutnya tidak terpasangnya papan nama proyek, bukan hanya bertentangan dengan Perpres,tapi juga tidak sesuai dengan aturan yang dituangkan pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

“Keteransparansian harus mutlak dilakukan kepada masyarakat, semua berhak tahu, karena dana yang digunakan milik masyarakat juga. Pemerintah seharusnya mengingatkan kepada setiap pelaksana untuk memasang papan proyek informasi dilokasi. Kalau diabaikan seharusnya diberikan sanksi tegas kepada setiap pelaksana proyek,karena jelas ini sudah melanggar UU No 14 Tahun 208 dan Perpres, dan saya akan menjadikan proyek ini untuk dijadikan acuan dalam pelaporan kelembagaan audit, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan inspektorat, ” jelas Ms.

Tim investigasi86 mencoba untuk menghubungi dan meminta konfirmasi H.Arsyad selaku kepala desa (KADES) Bendung, via telpon tapi tidak bisa untuk dihubungi, dan ketika kita datangi kerumahnya pun yang bersangkutan selalu menghindari awak media.

Sampai berita ini di tayangkan, kepala desa Bendung H.Aryad tidak dapat di hubungi.

Masyarakat desa Bendung berharap agar instansi terkait terutama aparar penegak Hukum seperti Kepolisiam dan KPK agar menyelidiki permasalahan Betonisasi di desa Bendung yang di duga dan terindakasi terjadi tindak pidana Korupsi dan agar menindak dengan tegas oknum oknum yang merugikan negara.

Sumber : Tim investigasi86

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini