MEDIA PURNA POLRI,KAB.BANDUNG- Akhir-akhir ini di wilayah Kp Gandasoli RT 03 RW 07 Desa Sirnagalih Kec.Cipeundeuy Kab Bandung Barat, masih dijumpai rumah tidak layak untuk dihuni ( RUTILAHU) yang dihuni oleh seoran lelaki 32 tahun bernama Asep Jamil Furqon, yang nota bene mempunyai riwayat penyakit jiwa.

Yang patut menjadi perhatian Pemerintah, khususnya Pemerintahan Desa Sirnagalih, adalah kondisi rumah huniannya yang sangat memprihatinkan dengan ruangan yang kumuh, tanpa ada apa-apa didalamnya, bahkan untuk tidurnya pun hanya beralaskan tikar dan selimut seadanya yang sudah usang.

Kondisi atap rumah sudah rapuh, genteng-genteng yang berjatuhan ke tanah, yang di khawatirkan menimpa warga yang bersebelahan disekitarnya, sehingga bisa menimbulkan korban.

Pada saat hujan pun bocor disana sini, sungguh mengenaskan dilihat oleh orang-orang yang mempunyai nurani yang bersih. Rumah tidak layak huni, yang di huni seorang diri sambil mempertahankan kestabilan kondisi jiwanya, serta berupaya untuk sembuh sekalipun pengobatan nya didapat dari swadaya pihak keluarga seadanya, tanpa bantuan dari Pemerintah ataupun diikut sertakan dengan program apapun. Sampai saat ini RUTILAHU dan Hak kesehatan warga kurang mendapat perhatian dari Pemerintah RW setempat dan Pemerintahan Desa Sirnagalih, juga tidak ada upaya apapun dan selalu luput dari pendataan apapun.

Pada saat team MPP mengkonfimasi kepada Kepala Desa Sirnagalih, Toha Solihin disaat melayat warganya warga Kp Gandasoli RT 03 RW 07 yang meninggal dunia, mengatakan bahwa Bantuan Rumah tidak layak huni ( RUTILAHU ) saat ini harus ke Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat dan atau melalui Kecamatan Cipeundeuy, karena kalau dikerjakan oleh pihak Pemerintah Desa Sirnagalih selalu terindikasi dan disinyalir terjadi berbagai kekacauan, hingga menjadi carut marut, dalam pemetaannya, pengerjaan dan lain sebagainya.

Hal yang sangat disayangkan, seorang Kepala Desa seolah tidak mau tau dan tidak menggubris keberadaan warganya saat ini, dengan membangun opini dan alasan ini itu apa segala macam.

Padahal seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Pemerintahan Desa Sirnagalih, telah mendapat predikat DESA TELADAN, yang bisa dilihat di google dan media sosial, namun apa artinya predikat Desa Teladan, bila seorang Kepala Desa mengabaikan kesejahteraan warganya. Apakah pantas Kepala Desa seperti itu memimpin sebuah Desa yang telah mendapat predikat Desa Teladan. Darimanakah penilaian Desa Teladan tersebut di dapat.

Bila Kepala Desa tidak memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan warganya, tentunya predikat Desa Teladan berubah menjadi predikat sebaliknya yaitu desa tidak teladan dan bobrok , carut marut, yang tentunya berdampak terhadap “Runtuhnya Citra dan Reputasi ” Pemerintahan Desa Sirnagalih hanya dalam hitungan menit.

Jangan sampai karena terpercik nila setetes rusak susu sebelanga, perilaku Kepala Desa ini dikhawatirkan menjadi sorotan publik, masyarakat, opini publik, insan pers , lembaga, organisasi, Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, dan Kementerian Desa.

Pada dasarnya kemiskinan seharusnya tidak di pahami hanya sebatas ketidak mampuan ekonomi saja, tetapi juga kegagalan dalam memenuhi hak-hak Besar yang tertuang dalam RPJM Nasional, dan sesuai dengan undang undang no 11 no. Tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial diantaranya :
* Hak atas pangan
* Hak atas kesehatan
* Hak atas layanan pendidikan
* Hak atas kesempatan kerja
* Hak atas perumahan
* Hak atas air bersih
* Hak atas sumber daya alam dan lingkungan
* Hak atas rasa aman
* Hak untuk berprestasi
Sudah sampai sejauh manakah pemerintahan Desa Sirnagalih didalam penerapan, pemetaan, serta mengimplementasikannya.

Apa upaya Pemerintahan Desa Sirnagalih untuk menuntaskan kemiskinan warganya, dan mencerdaskan kehidupan warganya juga bisa mensejahterakan seluruh warga masyarakat Desa Sirnagalih sebagaimana azas didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Tentunya ini merupakan pekerjaan Rumah ( PR) yang tidak ringan. Citra dan Reputasi Desa Sirnagalih harus terus dijaga agar selalu tertanam di benak warga masyarakat dan dapat tumbuh berkembang, sepanjang masa.

Dibutuhkan bertahun tahun, dan komitmen yang kuat, jangan sampai ada setitik nilapun yang jatuh, karena setitik nila bisa merusak susu sebelanga, perbuatan yang tidak baik, meski hanya dilakukan satu dua orang oknum Pemerintahan Desa Sirnagalih, bisa menghancurkan Citra dan Reputasi Desa Sirnagalih, bila itu terjadi dan untuk mengembalikan kepercayaan publik dan atau warga masyarakat sekitar, di butuhkan EFFORT yang luar biasa, yang tentunya akan menguras energi pemerintahan Desa Sirnagalih. (BS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini