MEDIA PURNA POLRI,MALAKA- Saat bertugas peliputan kegiatan pembukaan ETMC. Rekan pers dalam menjalankan tugas sudah dibekali dengan aturan normatif. Jika wartawan disuruh liputan dari luar pagar atau menjauh dari objek kegiatan, panitia ETMC harus bisa mencari solusi, bukan memperkeruh suasana apalagi mencari musuh dengan rekan pers.

Serdi Berek Wartawan Sergap.id yang menjadi target perdebatan (Romal Bere) menjelaskan. Perbuatan oknum panitia (Romal Bere) itu jelas menabrak dan tidak memahami UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, UU 40/1999 tentang Pers, Kode etik Jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik Media Online (Siber).

Kominfo Malaka harus perhatikan tindakan oknum panitia tersebut, sudah sesuaikah dengan tupoksi yang dijalankan. Kehadiran Crew wartawan hanya untuk peliputan, bukan hadir untuk membuat gaduh, sebagai wartawan pun tahu hak dan kewajiban insan pers.

Oknum Panitia Romal Bere harus banyak belajar Pasal-pasal yang menegaskan Kemerdekaan, fungsi dan pentingnya pers dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 adalah: Pasal 2 : Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum.

Demikian pula jika mengacu kepada UU No. 40/1999 tentang Pers sebagai penggati Undang-Undang No. 11 Tahun 1966 mengenai Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers, yang ditambah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1967, dan kemudian diubah dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1982. UU No. 40/1999 menegaskan tidak ada sensor dan pembredelan terhadap pers.

Diberitakan sebelumnya. Oknum panita bernama Romal Bere meminta wartawan tinggalkan lokasi lapangan, sebab menurutnya wartawan harus memilik id card panitia, padahal puluhan wartawan itu sudah memiliki kartu pers sesuai nama media masing-masing.

Sempat terjadi perdebatan antara wartawan Merdeka Pos dan Aktualita, perdebatan terjadi akibat oknum pantia meminta wartawan yang tidak memiliki id pantia tinggalkan lapangan, Kata Romal Bere, jika tidak punya id card seperti milik saya, segera tinggalkan lokasi ini, silakan liput berita dari luar lapangan” ini perintah jadi mohon dipahami, biar yang enak enak,Ucap Frido mengulangi ucapan Romal.

Frido menjelaskan anehkan, teman wartawan lainnya tidak dibentak,sedangkan si Romal Bere ngotot nya meminta wartawan sergap dan sejumlah wartawan lainya yang duduk bersamaa tinggalkan lokasi pertandingan.

Yang hadir ini semua wartawan se NTT, jadi tidak paham aturan jangan bikin diri malu, sebab wartawan tahu tupoksi untuk melakukan peliputan, jika menghambat wartawan melakukan liputan itu sangat melanggar aturan, bahkan menunjukan kebobrokan kepada insan pers.

Padahal banyak wartawan yang hadir ingin meliput,ulah Romal Bere tersebut sangat menyesatkan, bahkan menabrak UU Pers, bahkan mendiskriminasi pers.

Tidak merasa puas dengan ulah oknum Romal Bere kepada beberapa wartawan, semua wartawan akhirnya mendatangi tim Kominfo Malaka, demi menanyakan permintaan Romal Bere yang mendesak wartawan meliput dari luar pagar lapangan.

Pihak kominfo Malaka Hery Klau kepada semua wartawan mengatakan, tidak masalah wartawan meliput ini kegiatan pembukaan jadi tidak masalah, silakan teman pers melakukan liputan,soal id card nanti kita sediakan,akan tetapi teman pers bisa tunjukan saja kartu pers masing-masing. (Team/Dholvyan DC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini