Media Purna Polri, Tangerang – Sekitar 65 karyawan PT. Prima Mitra Piranti pada hari ini berkumpul bersama dengan Serikat Pekerja PT. Gapura Angkasa (SIPERKASA) tentang carut marutnya managemen PT. Prima Mitra Piranti, Selasa (2/7/19).

Acara menyampaikan aspirasi ke Serikat Pekerja PT. Gapura Angkasa diselenggarakan di salah satu rumah makan di Kota Tangerang. Serikat Pekerja PT.Gapura Angkasa (Siperkasa) diwakili oleh Bapak Edi Lesmana (ketua umum), Ibu Sumiati dan Bapak Firman. Karyawan yang sebagian besar bekerja sebagai operator juga sudah mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Dalam kesempatan ini para karyawan tetap menuntut Perusahaan segera menyelesaikan pembayaran kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan karena setiap bulannya di awal bulan perusahaan sudah memotong dari gaji karyawan, karena karyawan merasa resiko pekerjaan yang dilakukan karyawan termasuk kategori beresiko tinggi.

Dalam hal ini juga Karyawan meminta kepada Perusahaan bahwa perubahan jadwal kerja mengakibatkan turunnya nilai pendapatan gaji karyawan yang otomatis jam lembur karyawan hilang, karyawan menyadari jam lembur bukanlah pendapatan tetap setiap bulannya, karena itu karyawan meminta untuk mendapat penggajian UMP plus-plus.

Pengakuan karyawan yang bekerja malam hanya mendapatkan Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) tambahan energi (ekstra puding) yang tidak layak dan tidak sesuai dengan aturan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia dan inilah salah satu indikasi karyawan mengalami kelelahan bekerja. Satu sisi juga karyawan menyuarakan bahwa Kerusakan Alat dalam bekerja menjadi tanggung jawab perusahaan dan bukan tanggung jawab karyawan.

Pihak Serikat Pekerja PT. Gapura Angkasa dalam hal ini diwakili bapak Edi Lesmana (ketua umum) mengatakan akan menampung aspirasi-aspirasi karyawan PT. Prima Mitra Piranti terkait carut marutnya pihak managemen dan akan ada mengadakan pertemuan secepatnya untuk mengklarifikasi kepada pihak-pihak terkait vendor dan Gapura Angkasa apakah ada permasalahan dalam pembayaran kontrak kerja sehingga berimbas kepada karyawan. Sebenarnya Serikat Pekerja PT. Gapura Angkasa meyakini bahwa Disatu sisi pihak managemen PT. Prima Mitra Piranti ingin karyawan tetap bekerja tapi di sisi lainnya Serikat Pekerja PT. Gapura Angkasa tidak ingin karyawan bekerja tanpa adanya perlindungan kerja BPJS karena pekerjaan karyawan beresiko tinggi.

Diakhir acara diadakan foto bersama antara karyawan PT. Prima Mitra Piranti dengan Serikat Pekerja PT.Gapura Angkasa. Sampai berita ini di tayangkan awak media purna polri belum menerima tanggapan dari pihak PT. Prima Mitra Piranti. (David P Munthe)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini