MEDIA PURNA POLRI,TASIKMALAYA-Kepala Desa Suka Hening Kec.Sukaratu Kab.Tasikmalaya inisal “UD” di titipkan Kejari Kab.Tasikmalaya Sri Tatala Wahanami.Sh di lapas Tasikmalaya dalam keterangan konfrensi pers.

Telah di disangkakan atas dugaan penggelapan dana bantuan keuangan (BANKEU) Th.a 2017 hal tersebut hasil dasar penyelidikan pihak Kejaksaan Negeri Kab.Tasikmalaya dan di kirim kelapas Tasikmalaya sebagai titipan tahanan, Ujar Sri.

Kab.Tasikmalaya Th.a 2017 mendapat bantuan program Pemerintah aspirasi senilai Rp.2.140.000.000 untuk pengerjaan sarana prasarana yang terbagi 23 titik kegiatan pengerjaan.

Hasil penyidikan tidak berpedoman pada juklak/juknis dan ke infrastrukturan pedesaan Th.a.2017 yang di terbitkan DPMDPAKB Kab.Tasikmalaya serta peraturan Bupati no.11 Th 2015 pengadaan barang dan jasa.

Selaku Kepala Desa UD mengangkat FA yang bukan warga Kab.Tasikmalaya melalui SK (surat keputusan) yang di terbitannya.

FA di duga kuat turut serta mengelola kegiatan pengerjaan TPT (Tembok Penahan Tanah) Lapang Jati Kampung Kujang Desa Suka Hening.

Tidak heran tersangka diterapkan pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 UUPTK (Undang-undang Pidana TIPIKOR) juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana dan pasal 3 juncto pasal 18 UUPTK.Penyidik mencantumkan pasal 55 KUHP/UUPTK tentang turut serta,karena kemungkinan lebih dari satu orang.

Atas tindakan tersebut Negara di rugikan senilai lebih kurang 800 Jutaan.

Angka kerugian muncul dari pajak kurang bayar Rp.116.820.000 potongan BANKEU 30% atau senilai Rp.209.500.000 serta pengerjaan TPT pos in tidak sesuai standarisasi di diperkirakan Rp.472.472.654,Kejari Tasikmalaya Sri menyebutkan ada dana ngalir ke salah seorang Anggota DPRD melalui FA.

Dalam hal ini Kejari masih melakukan penyidikan lanjut terhadap keduanya,dengan salah seorang yang mengusung dana aspirasi tersebut.

Dalam waktu dekat akan dilakukan pendalaman mudah-mudahan semua nya akan menjadi jelas.
(Iwan.Gunawan/Iis.S)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini