Media Purna Polri, DKI Jakarta –Pendaftaran calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) 2019-2023 mulai Senin (17/6/2019)Ā resmi dibuka.

Kepala Polri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan, ada 8 anggota Kepolisian yang menyampaikan keinginan mengikuti proses seleksi sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.

Tito mengungkapkan hal itu seusai bertemu Tim Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK periode 2019-2023, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2019).

di antara 8 nama anggota Polri, Wakil Bupati Buru Amus Besan yg juga mantan anggota kepolisian masuk dalam daftar urutan ke 9 seleksi calon pimpinan KPK RI.

dalam wawancaranya ia mengatakan berbagai kesiapan dan perlengkapan dokumen persyaratan calon pimpinan KPK telah saya siapkan dan lengkapi dan sudah dikirim berkas permohonan ke email panselkpk2019@setneg.go.id.

ketika ditanya apa motivasinya mengikuti seleksi Capim KPK Amus menjawab Keputusan itu di ambil lantaran dia menilai kondisi penegakan hukum dalam tindak pidana korupsi saat ini sangat krusial, Untuk itu dia ingin berkontribusi dalam memperkuat eksistensi lembaga anti rasuah tersebut.

Alasan lain wakil bupati Kabupaten buru aktif ini, berniat akan memperbaiki cara kerja KPK, baik secara internal maupun eksternal. kata amus saat dikonfirmasih.

Dokumen permohonan diterimah Dengan Nomor Pendaftaran : E-KPK-0618-009
Nama Pelamar : AMUS BESAN, SH
Profesi saat ini : Wakil Bupati
Umur : 46

terpisah calon advokat muda Hasan Assagaf, SH, saat dikonfirmasih. mengatakan pak Amus Besan memiliki rekam jejak yg sudah tidak kita ragukan lagi, dia pernah menjabat sebagai kasat narkoba, kasat reskrim dan Panit 1 Unit 2 subdit tindak pidana korupsi dit Krimsus Polda Maluku dan sejumlah jabatan penting lainnya ketika masih aktif sebagai polisi, saat ini posisi dia sebagai wakil bupati aktif, tidak gampang seorang pejabat daerah berani mengikuti seleksi calon pimpinan KPK, ya saya kira anda tau sendiri resikonya.

Lanjut Hasan hal yg sudah terbiasa kita dengar bahwa dalam setiap proses seleksi capim KPK ini diisi oleh pejabat dari lembaga yudikatif. kepolisian, jaksa, baik yang masih aktif maupun pensiunan. Mantan Hakim, Advokat, Aktivis anti korupsi, dan para akademisi. Jarang dan hampir tdk terdengar dari jajaran pejabat eksekutif yg ikut mewarnai proses seleksi capim KPK, tapi dengan masuknya wakil bupati Buru dalam proses seleksi capim KPK memberi warna baru saya justru salut keberanian dan nyali pak amus bahkan menurut Hasan, Amus Besan adalah representasi dari seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah di indonesia yg dapat dipastikan bersih, tentu saya dan seluruh rakyat indonesia berharap dgn hadirnya figur-figur terbaik dan berintegritas ini dapat memperkuat KPK dimasa mendatang. tutur Hasan Assagaf.

Jakarta Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya siap membantu Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK Periode 2019-2023 menelusuri rekam jejak para calon. Hal itu guna memastikan apakah calon pimpinan yang masuk dalam seleksi pernah tersangkut perkara korupsi atau tidak. kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis (13/6/2019).

Sebelumnya Ketua Pansel Yenti Ganarsih mengatakan, pihaknya meminta KPK menelusuri rekam jejak para calon pimpinan KPK.

Untuk diketahui. Pendaftaran Capim KPK akan berakhir pada 4 Juli 2019 pukul 16.00 WIB.(team)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini