MEDIA PURNA POLRI,KALTENG- Woow ada apa dengan kedatangan tim Tipidter Polda Kalteng pada tanggal 21/5/2019 di sebuah perusahaan yang membidangi perizinan Arang PT. THU Green Energy, perusahaan yang berdiri di wilayah Desa Penda Asam Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah,aktivitas Perusahaan Green Energy ,beraktivitas kurang lebih 2 tahun berjalan, di areal perusahaan bermacam-macam aktivitas yang sedang di lakukan oleh pihak perusahaan ,sementara yang miris nya lagi di areal perusahaan tersebut terlihat dari kasat mata ,bahwa piihak perusahaan ada membangun gedung sarang walet, berternak ayam,ada sawmil pembelah kayu log di areal lokasi perusahaan itu.

Sedangkan beberapa waktu yang lalu wartawan MP-Polri pernah konfirmasi menanyakan kepihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Selatann tentang legalitas perizinan Amdal perusahaan PT. THU Green Energy, Ir Edy Kristianto, MT. Selaku Kadis DLH Kab Barsel di ruang kerja nya, Dia menerangkan mengenai perusahaan tersebut,AMDAL nya masih tahap proses, soal nya pihak perusahaan ada tambahan perluasan lokasi/areal,sebut nya.

Ditempat berbeda wartawan MPP lanjut konfirmasi tentang Pihak perusahaan memperkerjakan Tenaga kerja / Karyawan lokal kurang lebih 600 karyawan di perusahaan PT THU Green Energy , karyawan yang di pekerjakan tanpa menggunakan fasilitas lengkap seperti Safety, keselamatan kerja, kesehatan atau di sebut K3 ,melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Barito Selatan ,melalui Dedy selaku yang membidangi Tenaga Kerja,Deddy menjelaskan untuk pengawasan ketenagaan kerja, di sebuah perusahaan ,bukan kewenangan Kabupaten lagi, melainkan sudah menjadi kewenangan Dinas Provinsi Kalimantan Tengah, baik itu terhadap pengawasan tenaga kerja, maupun K3 nya,bukan lagi kewenangan Kabupaten,Pungkasnya.

Hasil konfirmasi anggota tim mpp kepada intansi terkait sehubungan operasi PT THU yang janggal dalam fakta lapanganya,PT ini juga diduga menggunakan TKA yang diragukan prosedur perizinanya,sesuai temuan tim mpp beberapa waktu lalu TKA yang resmi terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kab Barsel hanya ada satu orang,itu pun domisilinya masih di Jakarta,tapi fakta dilapangan terbukti ada oknum TKA di PT THU yang terjaring dugaan perzinahan dengan warga lokal mengaku bekerja di PT THU tetapi tidak terdaftar di Dinas Tenaga Kerja setempat maupun di Imigrasi Provinsi Kalimantan Tengah.

Bila nanti terbukti perusahaan ini melanggar aturan hukum yang berlaku diharapkan gakkum bisa tuntas,tidak saja menjerat pihak pengurus perusahaan namun harus membuka tabir siapa sutradara dibalik PT THU ini,pasal 55 dan 56 KUHP harus dikenakan agar oknum yang ada dibalik perusahaan ini juga ikut terjerat,jangan lupa pula dikenakan sanksi administrasi pembacklisan perusahaan tidak sehat sesuai dengan perundangan yang berlaku.

Itu kunci keberhasilan pembangunan khususnya di Kabupaten Barito Selatan dan umumnya di Indonesia hukum mesti jalan jika tertib dan keadilan bisa terwujud dan hukum mestinya tegak secara murni tanpa ada unsur lain didalamnya,siapa bersalah wajib bertanggung jawab,baru NKRI berjaya dan Bangsa beradab.(Toto/team)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini