MEDIA PURNA POLRI,TALIABU- Pemda Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), Maluku Utara diduga telah melakukan penyerobotan lahan warga. Kenapa tidak, lahan eks Bandara Bobong yang berlokasi di Dusun Fangahu, Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, saat ini dilakukan penimbunan oleh rekanan CV. Ammana Gappa tanpa diketahui pemilik lahan.

Hal ini disampaikan oleh pemilik lahan Aco kepada awak media Senin (27/5/2019), sore tadi, mengaku kaget saat tiba di lokasi penimbunan, pihaknya melihat satu unit eksafator sedang membersih lokasi dan empat unit mobil damtruk sedang bergantian melakukan penimbunan. Pihaknya menemukan Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), dia hanya menjawab lahan dibayar setelah selesai penimbunan, Katanya.

”Saya sendiri kaget saat datang dilokasi tadi sore, alat berat su gusur kase bersih rumput di rawa-rawa dan empat unit damtruk juga bolak balik buang muatan tanah timbunan itu. Padahal lahan itu milik Saya kenapa Pemda harus mengklaim bahwa ini milik Pemda atas dasar apa Pemda harus melakukan penggusuran dan penimbunan kepada lahan kami,” Tanya pemilik lahan Aco.

Lanjut Aco, Kalaupun mau membangun harus ada pembebasan lahan lebih awal, tetapi hal ini tiba-tiba datang langsung di gusur dan di timbun. Bahkan Pemda juga memasang papan nama bertuliskan, dilarang membangun sepanjang jalan akses Pemerintahan tanpa memberitahu dirinya selaku pemilik lahan, Ungkap Aco.

β€œBicara soal pembangunan kami juga menginginkan Negeri ini maju dan berkembang sebagaimana Daerah lain. Akan tetapi jangan biarkan rakyat terkesan tertindas dan dengan tindakan Pemerintah Daerah yang tanpa ada konfirmasi lebih awal dari pemilik lahan.

Ingat lahan itu ada pemiliknya, stop seroboti lahan kami. Kami juga meminta kepada Pemerintah Daerah agar stop untuk melakukan kegiatan penggusuran dan penimbunan kepada lahan tersebut” Tegas Aco.

Sekedar informasi, anggaran penimbunan kawasan pemerintahan nomor 602.2/03.KONNTRAK /DPU-PR/PT/2019, dengan besaran nilai kontrak Rp 2.230.052.828,16 yang bersumber dari APBD induk 2019.

Terpisah, PPTK Dinas PUPT Taliabu Hatu, menjelaskan bahwa, lahan milik warga tersebut akan dibayar setelah penimbunannya sudah selesai, “lahan ini nanti selesai timbun baru bayar” Jawab singkatnya. (Isto)

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini