MEDIA PURNA POLRI,NTT- Kekurangan Sarana Dan Prasarana dalam hal ini meja dan kursi, para siswa terpaksa duduk 3 orang bahkan 4 orang pada satu meja, ada juga yang duduk di lantai dan menggunakan kursi sebagai pengganti meja untuk mengerjakan soal ujian akhir semester.

Hal ini diungkapkan oleh orang tua dan siswa di SMA Negeri 1 Fatuleu yang terletak di Jl.Timor Raya KM.39 Oelamasi, Desa Kuimasi , Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang-NTT. Sabtu, (18/5/2019).

Salah Satu Orang tua murid berinisial NB kepada wartawan menyampaikan bahwa sebagai orang tua dirinya menyayangkan pelayanan yang ada di SMA Negeri 1 Fatuleu, pasalnya kami sebagai orang tua sangat mendukung anak-anak kami untuk bersekolah maka segala pembiayaan dari orang tua untuk sekolah kami selalu bayar. uang iuran per siswa Rp.60.000 per bulan dan juga ada uang pamit saat siswa mengambil ijazah itu per siswa Rp.100.000, itu sebenarnya bisa digunakan untuk pengembangan sekolah dalam hal ini mungkin ada kursi atau meja yang rusak bisa digunakan tapi faktanya tidak seperti itu.

“Miris lagi bagi kami orang tua kenapa saat ujian itu masih ada anak kami yang duduk di lantai? uang iuran selama ini dikemanakan kok hanya meja kursi saja tidak bisa upayakan”, Kata NB.

Dirinya juga mengakui jika pungutan iuran dan uang pamit itu telah disepakati bersama guna menunjang gaji para guru honor dan juga kekurangan meja dan kursi tetapi yang menjadi aneh kursi dan meja saja tidak bisa diupayakan.

Sementara beberapa siswa yang ditanyakan terkait dengan kekurangan Meja dan Kursi yang ada, mereka juga sangat keluhkan keadaan tersebut.

“Kami alami kekurangan meja dan kursi sejak kami masuk kelas X (Sepuluh) hingga sekarang kami kelas XI (sebelas) semester II”, Ucap siswa yang tidak mau namanya dipublikasikan.

Lebih lanjutnya, terkadang pada saat proses KBM di kelas ada yang menggunakan pahanya untuk tulis dan jika sudah cape maka kami turun kelantai dan pakai kursi sebagai pengganti meja.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Fatuleu, Drs. Ambrosius Pan, Saat di temui oleh awak media di rumah nya di bilangan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang membatah pengakuan orang tua murid dan siswa. Ia mengatakan bahwa terkait meja dan kursi itu ada. hanya belum dikeluarkan dari ruang laboratorium.

(Oscar MPP )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini