MEDIA PURNA POLRI,KUPANG- Diduga Dana Proyek Pembangunan NTT Fair yang berlokasi di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur NTT, sebagian besar dipergunakan untuk bayar gaji honorer terselubung di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Prov NTT.

“Berdasarkan rumor yang beredar di kalangan Dinas bahwa kemungkinan besar sebagian dana Rp. 29,9 Millyar itu di pergunakan untuk membayar gaji para honorer ‘terselubung’. Karena di Dinas ada puluhan honorer yang masuk tanpa melalui tes dan tiba-tiba saja mereka masuk kerja, “Kata beberapa sumber terpercaya kepada awak media yang tidak mau di sebutkan nama mereka pada, Jum’at 17 Mei 2019.

Menurut mereka, puluhan honorer tersebut diduga kuat adalah titipan-titipan para pejabat Pemprov, yang mana puluhan tenaga honorer yang baru di angkat di instansi tersebut pada april 2018 lalu, mereka hanya datang lalu bermain handphone lalu tidur di ruangan kerja tanpa beban,”Pengakuan sumber terpercaya.

Pengangkatan tersebut diduga ‘Terselubung’ karena tanpa sepengetahuan Sekretaris Daerah (Sekda) Prov NTT, Benidiktus Polomaing. Anehnya lagi puluhan tenaga honorer yang lagaknya seperti pejabat Dinas tidak berlatar belakang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan Dinas tersebut.

“Ada honorer yang berpendidikan Guru, Bahkan ada yang berpendidikan kebidanan, dan berpendidikan Teologia.

“Para tenaga honorer tersebut mereka datang kantor sekedar tampang muka karena tidak bisa kerja apa-apa. Mereka ‘kan’ bukan orang teknis apa dayanya piara manusia seperti mereka,”Ungkap sumber.

“Kami juga diminta untuk setor uang dari setiap seksi atau setiap bidang masing-masing, kami tidak mengetahui dana tersebut di apakan dan kami menduga dana tersebut disetor untuk membaya gaji honorer tersebut,”Kesan mereka.

Sementara mantan kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Prov NTT, Yulia Afra Saat dikonfirmasi berulang kali via telpon genggamannya pada Jum’at 17 Mei 2019, belum dapat terhubung karena nomernya selalu tidak aktif.

Lebih lanjut, menurut sumber tersebut, para tenaga honorer tersebut merupakan titipan oknum-oknum pejabat di lingkup Pemprov NTT. “Mereka datang kerja saja pake mobil mewah. Kalau mantan Ibu Kadis tidak di kantor mereka juga tidak ada di kantor atau pulang ke rumah masing-masing,”Ungkapnya.

(Oscar/Smr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini