Media Purna Polri, Nias – Seniman Muda Asal Nias, Mega Suryawan Harefa meminta Pemerintah Nias Selatan khususnya Dinas yang mengurusi Pariwisata dan Budaya untuk memperhatikan Warisan Peninggalan Budaya “Tetegewo Megalith” yang berada tepatnya di daerah Lahusa, Nias Selatan.

Tetegewo Megalith adalah salah satu warisan peninggalan budaya Nias Selatan yang semestinya dijaga, dirawat dan terus diperhatikan oleh Pemerintah Setempat.

Namun, melihat kondisi situs Tetegewo saat ini yang berlumut dan dipenuhi oleh rumput dapat dipastikan bahwa akhir – akhir ini tidak pernah mendapat sentuhan dari Pemerintah maupun masyarakat sekitar, sehingga keadaannya sangat memperhatinkan.

Merespon hal itu, Mega Suryawan Harefa sebagai seniman muda Asal Nias yang pernah melakukan penelitian di sana, melihat bahwa kebijakan Pemerintah untuk pengembangan warisan budaya memang masih minim.

“Sebagai mana yang kita tau, selama ini kebijakan-kebijakan pemerintah untuk pengembangan warisan budaya terbilang masih minim. Dalam kebijakan-kebijakan yang ada, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, lebih kerap menempatkan warisan budaya sebagai bagian dari kegiatan pariwisata namun sama sekali tidak memperhatikan bagaimana perkembangan dari warisan budaya tersebut” tutur Mega, Sabtu (18/5/2019).

Mega mengambil satu contoh Tetegewo Megalith sebagai warisan budaya yang kurang diperhatikan oleh Pemerintah.

“Bisa dilihat dari perkembangan situs Tetegewo yang berada tepatnya di daerah Lahusa, Nias selatan. Situs ini termasuk salah satu peninggalan sejarah Nias yang cukup sangat terkenal. dimana dulu nya Tetegewo ini adalah bekas peninggalan Raja Bela Lang├ yang sampai saat ini masih ada dan cukup di kenali oleh masyarakat. Namun sangat di sayangkan situs peninggalan Tetegewo ini kurang terurus dan kurang mendapat dukungan baik dalam pemerintah dan masyarakat”

Seniman Muda Asal Nias ini, meminta Pemerintah Nias Selatan untuk secepatnya memberi perhatian kepada semua warisan peninggalan budaya yang ada, terutama situs Tetegewo, agar bisa dikenal oleh banyak orang.

‘Sebaiknya Pemerintah segera melestarikan warisan budaya kita khususnya warisan leluhur, terutama situs Tetegewo, sehingga dapat dikenal keberadaannya oleh orang dalam maupun luar negeri” ucap Mega.

Sedangkan menurut Efrem Gaho, S.Sos yang merupakan salah satu Pemerhati Peninggalan Budaya, saat dimintai pendapatnya mengatakan bahwa “Situs Tetegewo adalah salah satu aset Kepulauan Nias (khususnya Nias Selatan) yang memiliki nilai sejarah peninggalan budaya yang sangat tinggi, maka sudah sepatutnya Pemerintah Daerah memberikan perhatian lebih terhadap situs ini. Jika dijaga kelestarian objek dan lingkungan fisik sekitarnya, pasti bisa menarik perhatian banyak orang dan dapat menjadi destinasi wisata dunia” jelas Efrem.(team)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini