Media Purna Polri, Kalbar – Terkait tentang adanya perlakuan tidak menyenangkan dan kekerasan yang menimpa awak media News Investigasi86, serta di halang-halangi saat peliputan dan akan konfirmasi oleh salah satu pegawai SPBU 65.794.001 Desa Tanah Merah Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, Jumat (10/05/2019) sekitar Pukul 18.50 Wib.

Akhirnya membuat ketua Setwil FPII Kalimantan Barat Rudi Wisnu geram dan angkat bicara ” sangat di sayangkan sikap dan kelakuan arogan oknum karyawan SPBU,apalagi melecehkan profesi wartawan,saya atas nama FPII Setwil kalbar yang menaungi media yang tergabung di dalamnya meminta kepada aparat kepolisian khususnya Polda Kalbar dan Polres Sambas agar mengusut tuntas dan menangkap pelaku serta memprosesnya sesuai hukum yang berlaku, karena pelaku sudah melanggar UU Pers Nomor 40 Pasal 18 ayat 1,kami jurnalis di lindungi undang-undang Dan saya bersama segenap Wartawan yang tergabung di FPII setwil Kalbar akan mengawal kasus ini Sampai tuntas bahkan saya sudah berkordinasi dengan Ketua Presidium FPII pusat tentang permasalahan ini “,ujar Rudi wisnu kepada awak media.

Awak Media News Investigasi Narjahan dan Asmuni saat di konfirmasi mengenai kejadian tersebut menjelaskan ,menurut keterangan Narjahan belum sempat dia mengeluarkan Kartu anggota PERS dan Surat Tugasnya, salah seorang Oknum Karyawan SPBU 65.794.001 berinisial Iyan, menghampiri kedua Awak Media News Investigasi86 dan langsung merangkul Narjahan dengan kasar lalu di bawa ke Kantor SPBU 65.794.001 dengan paksa sambil marah-marah dan mengeluarkan kata yang tidak pantas ” Kalian Wartawan tidak jelas”.mengikuti cara bicara salah satu oknum SPBU.

Terkait kejadian tersebut Ketua FORUM PERS INDEPENDEN INDONESIA / FPII Setwil Kalimantan Barat Rudi Wisnu sangat menyayangkan terhadap sikap Arogan Oknum Karyawan SPBU 65.794.001 yang terindikasi melecehkan dan menghalang-alangi Profesi seorang Jurnalis / PERS ,dan meminta Kepada Kapolres Sambas serta Kapolda untuk memberikan keadilan kepada insan PERS karena insan Pers bekerja di lindungi undang udang dan pelaku pelecehan dan menghalangi Profesi Wartawan dapat di adili sesuai perbuatan nya, karena para pelaku telah melanggar pasal 18 ayat 1 Undang Undang No 40 Tahun 1999.

Sumber : Tim Investigasi86

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini