MEDIA PURNA POLRI,PURWAKARTA – Dengan modus menjadi penjual es kelapa. Dua pengedar Narkoba yang menjual sabu ditangkap di rumah kontrakannya di Kelurahan Sindangkasih Kabupaten Purwakarta.

Usai melakukan pengembangan serta penyelidikan yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Purwakarta akhirnya kedua tersangka berhasil diamankan oleh Satres Narkoba Polres Purwakarta.

“Adapun kedua tersangka tersebut berinisial FI (27), dan DAB (30). Mereka di tangkap lantaran kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu di kontrakannya di Jl. Purnawarman Timur, Kelurahan Sindangkasih, Purwakarta, pada Selasa (07/05/2019)”,ungkap Kapolres Purwakarta AKBP Matrius.

FI tercatat sebagai warga Kampung Cihideung, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, sedangkan DAB merupakan warga Jl. Purnawarman Selatan Kelurahan Sindangkasih Purwakarta.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius melalui Kasat Narkoba Polres Purwakarta AKP Heri Nurcahyo SH mengatakan, saat ditangkap keduanya kedapatan memiliki narkotika jenis sabu seberat 0,23 gram.

“Sabu itu merupakan sisa jual. Selain itu,kami juga turut menyita seperangkat alat hisap sabu atau bong,” kata Heri kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/5).

Ada pun kronologisnya,lanjut Heri, pada Selasa (7/5), pukul 21.30 WIB, pihaknya menangkap FI dan DAB di kontrakan Jl. Purnawarman Timur, RT 028/RW 005 Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.

“Sebelumnya kami mendapatkan informasi jika keduanya memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika jenis sabu sehingga kami langsung melakukan penggerebekan. Usai melaksanakan pengerebegan kami menemukan barang bukti berupa Sabu – sabu di rumah kontrakan nya”,ujar Heri.

Heri menduga jika para pelaku tersebut juga berperan sebagai pengedar, karena barang bukti yang ditemukan merupakan sisa penjualan.

“Kami akan terus menindaklanjuti dengan pengembangan kasus ini, Adapun keduanya dikenai Pasal 114 Ayat (1) atau pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun,”pungkas Heri kepada para Awak Media.

(Margono S)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini