Media Purna Polri, Medan – Aliansi Masyrakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia AMPHIBI Kota Medan lakukan Aksi Tanam 200 Pohon buah di pekarangan warga sepanjang Jl.Rawe 4 link 6 Kecamatan Tangkahan Medan Labuhan Provinsi Sumatera Utara.

Setelah melakukan aksi penanaman 200 pohon jambu dan mangga dipagi hari, para pengurus DPD AMPHIBI Kota Medan melanjutkan pertemuan dengan para tokoh masyarakat di kelurahan besar kecamatan Martubung Medan Labuhan Sumut, rabu (3/4/2019).

Rapat pertemuan dilakukan di pinggiran danau martubung yang dahulunya sempat menjadi kawasan wisata air di kota Medan.Tapi semua kini telah berubah fungsi menjadi danau yang tercemar limbah dan dipenuhi enceng gondok.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut ketua umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung So,si, Sekretaris kelurahan besar Sumpono, ketua AMPHIBI kota Medan Rudianto, sekjen DPW AMPHIBI Sumut M.Nur Nainggolan, pembina AMPHIBI Sumut Drs. Agus Salim Sitorus, MH, ketua KPPL KOLAM Kepal dusun Miswanto, ketua Yasos BKS Sumut Budy Rahayu, ketua Yasos BKS Kota Medan Alan, ketua karang Taruna Martubung Salman, ketua kelompok tani karya baru Syahbudin Rambe, ketua FAMMI Febry Santoso, kepala Lingkungan 23 Imam Sadii, kepala Lingkungan 16 M. Naibaho, kepala Lingkungan 1 Luhut Sitanggang, kepala Lingkungan 17 Siswanto, kepala Lingkungan 5 Abd. Sufi, caleg DPRD kota Medan Sudari beserta remaja Mesjid dan Masyarakat setempat.

Dalam pertemuan lembaga AMPHIBI dengan tokoh masyarakat setempat membahas tentang permasalahan lingkungan dan keberlanjutan, Danau Martubung yang semakin hari semakin tidak sedap dipandang.

Sekretaris kelurahan besar Sumpeno menyatakan bahwa dirinya diminta pak lurah untuk menghadiri pertemuan dengan lembaga AMPHIBI untuk bersama-sama mencarikan solusi Danau Martubung yang saat ini sekelilingnya sudah tertutup enceng gondok.

Disamping itu ketua Tani Syahbudin Rambe menyampaikan “saya sangat berharap danau martubung yang dipenuhi enceng gondok bisa di sulap lembaga AMPHIBI menjadi destinasi wisata air seperti Situ Rawa Gede yang di kelola KPPL AMPHIBI di Bojong Menteng kota Bekasi, “imbuhnya.

Saya selama 1 tahun ini bersama kawan-kawan petani sudah maksimal berupaya membersihkan dengan cara mengolah enceng gondok untuk dijadikan pupuk tapi tetap tidak berkurang jumlah nya, “keluh Rambe.

Sementara para jajaran kepala lingkungan (kepling) yang hadir dalam pertemuan tersebut meminta SOLUSI kepada lembaga AMPHIBI.

Berbagai pertanyaan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan warga setempat tentang tindakan apa yang harus mereka lakukan ?

Ketua umum Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia AMPHIBI Agus Salim Tanjung So, si menyampaikan kepada seluruh peserta pertemuan yang hadir, bahwa dirinya siap membantu masyarakat yang berada di wilayah Danau Martubung.

Agus ST akan membentuk Kampung Peduli Pencemaran Lingkungan KPPL Martubung.
Saya sudah sampaikan kepada ketua AMPHIBI KOTA MEDAN Rudianto untuk memprioritaskan pembentukan KPPL Danau Martubung dalam seminggu ini.

Misi utama KPPL AMPHIBI MARTUBUNG adalah “membersihkan, mengolah, memanfaatkan Enceng Gondok untuk pakan ternak, kerajinan, bio gas dan bahan bakar serta pupuk, “ucap Agus ST.

“Saya akan berupaya membantu masyarakat dan pemerintah setempat untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai destinasi Wisata Air seperti Situ Rawa Gede yang saat ini dikelola KPPL AMPHIBI bojong Menteng, “ucapnya.

Setelah melakukan pembahasan pembentukan KPPL AMPHIBI MARTUBUNG, lembaga lingkungan AMPHIBI memberikan sepatu sekolah merk Ardiles untuk anak Dhuafa yang membutuhkan.

Selain memberi sepatu gratis, lembaga AMPHIBI bersama Yayasan Sosial BKS melakukan aksi penanaman 50 pohon durian, 50 manggis dan 20 ketapang kencana di pinggiran Danau Martubung.

Sumber : Awan Pers

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini