MEDIA PURNA POLRI,NTT – Ketua MK Anwar Usman bersama ketua umum peradi Fauzie Yusuf Hasibuan dan wakil sekjen peradi Rivai Kusumanegara membuka kegiatan Bimtek Hukum Acara Penyelesaian Perkara Perselisihan Hasil Pemilu tahun 2019 bagi anggota Peradi di Surabaya.

Hal ini di katakan oleh Herry F. F. Battileo, SH,MH kepada wartawan Media Purna Polri melalui pesan WhatsApp nya, Minggu (31/3/2019).

Untuk mengantisipasi sengketa hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Mahkamah Konstitusi (MK) kembaliĀ menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Hukum Acara Penyelesaian Perkara Perselisihan Hasil Pemilu 2019Ā bagi Advokat – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Manyar, Surabaya, Jumat- Minggu (29-31/3/2019).

Acara yang berlangsung tiga hari tersebut, resmi dibuka oleh Ketua MK Anwar Usman didampingi KetuaĀ Umum Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan dan Wakil Sekjen Peradi Rifaii Kusumanegara.

Dalam sambutannya,Anwar mengatakan bahwa Pemilu 2019, Pileg dan Pilpres akan digelar secara serentak dalam satu hariĀ pada 17 April 2019, yang merupakan dampak dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam gugatanĀ nomor 14/PUU-XI/2013 yang diputus pada 23 Januari 2014. Dengan penyelenggaraan Pemilu serentakĀ 2019, nantinya para pemilih harus membawa 5 surat suara untuk memilih anggota DPRD tingkatĀ kabupaten/kota, anggota DPRD tingkat provinsi, anggota DPR, anggota DPD, serta calon Presiden danĀ wakil Presiden.

“Situasi sekarang ini, harus diakui bahwa semakin dekat pemilu, maka situasi politik akanĀ semakin ramai karena Masing-masing calon, terutama tim sukses dan partai politik saling serang”, Katanya.

Ia melanjutkan, Terlebih lagi, pemilihan umum Legislatif dan Presiden di Indonesia yang digelar secara serentak padaĀ tahun 2019 ini menjadi pemilu paling sulit di dunia karena akan dilakukan secara serentak. Sama seperti pemilu di Amerika juga dilaksanakan secara serentak.

DalamĀ setiap pemilihan, warga negara Amerika memilih pemimpin negaranya. Bedanya, pemilihan di AmerikaĀ diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Mirip dengan Indonesia. mayoritas pemimpinĀ dan wakil rakyat di Amerika dipilih secara langsung. Artinya, jumlah suara yang diperoleh calonĀ berbanding lurus dengan jumlah warga yang memilihnya.

Menurut Anwar, Pemilu tahun 2019 memiliki beberapa perbedaan dengan Pemilu tahun 2014 lalu.Ā ā€œPemilu pertama bagi Indonesia yang dilaksanakan secara serentak. Apalagi waktu tinggal 3 minggu lagiĀ suasana semakin panas dan semakin ketat persaingannya,ā€ jelasnya.

MK sebenarnya berharap proses pemilu baik Pileg maupun Pilpres cukup berakhir di KPU. DanĀ sebenarnya Ā siapa yang berhak duduk sebagai anggota DPR termasuk Presiden, telah diketahui dari Lauhul Mahfudz. Namun, apabila nanti salah satu pihak tidak puas atas ketetapan dari KPU, sehingga, MKĀ yang akan menentukan siapa yang akan terpilih.

ā€œKarena itu jalannya konstitusi yang diberikan oleh paraĀ caleg, maka MK tidak bisa menghalanginya,ā€ ujar Anwar Usman di hadapan para peserta bimtek.

Untuk itu maka MK mengambil inisiatif untuk memberikan bimbingan teknis dan bimbingan itu akanĀ disampaikan oleh para pakar di bidangnya.

Peserta Bimtek sebanyak 100 orang yang dikirim dari tiap DPC Peradi dan dari Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, ada 3 orang 2 pria dan seorang wanita, Herry f. f. Battileo, SH,. MH, Ferdinandus Himan, SH, E. Nita Juwita, SH,. MH.

Sementara menurut Herry Battileo, Bimtek ini sangat bermanfaat dan banyak pengetahuan yang didapat dalam menangani Kasus – kasus sengketa dalam Pemilu, baginya ini pengalaman pertama dan sangat berharga pengetahuan brilian yg dibawakan Pemateri – pemateri dari Pakar – pakar hukum sebagai narasumber yang ada di Indonesia antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi DR. Anwar Usman, SH.,MH, Peneliti senior hakim konstitusi RI Pan Mohamad Faiz, SH., M.C.L., Ph.D, DR. Bambang Widjoyanto, dan beberapa narasumber lainnya.

(Oscar &TIM )

Loading...
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini