MEDIA PURNA POLRI,KUPANG – Pemilik warung bakso 99, Sutarno akan Polisikan Lurah Nunleu, Godlief Silvester dan Kepala Puskesmas Bakunase, dr. Maria Veronica Ivonny D. Ray jika nanti hasil uji laboratorium dari Balai POM ternyata bakso miliknya negatif mengandung formalin.

Hal ini diungkapkan oleh Sutarno, pemilik warung bakso 99 yang berlokasi di Jl Sudirman RT 17 RW 03 Kelurahan Nunleu Kecamatan Kota Raja Kota Kupang NTT kepada awak media, Jumat (29/3/2019).

Sutarno menjelaskan bahwa tadi pagi dirinya telah Membawa sempel bakso yang kemarin dan hari ini ke Balai POM untuk di periksa. Dan hasilnya nanti bisa diketahui hari Senin tau Selasa pekan depan.

“Jadi hasil lab nya Senin atau Selasa. Kalau Negatif mengandung Formalin maka saya akan tuntut mereka”, kata Sutarno.

Ia menjelaskan, Jadi kemarin Kamis 28 Maret 2019 Pak Lurah Nunleu bersama petugas dari Puskesmas Bakunase antara 5 atau 6 Orang katanya melakukan sidak ke sini sampai bagian belakang. dan setelah mau pulang mereka minta pentolan bakso 4 biji katanya buat uji sempel di Puskesmas Bakunase.

“Kemudian Saya bilang Bu… Hati-hati kalau memeriksa bakso karena penjualnya banyak takutnya ketukar sama orang lain,” jelas Sutarno.

Lanjutnya, Selang beberapa waktu yakni sore sekitar Pukul 17.00 wita muncul berita di Sosial Media (Sosmed) bahwa bokso 99 dan Istana bakso mengandung Formalin.

“Ini membuat saya bak disambar petir. Saya sudah menjual bakso selama 40 tahun tidak tau barang itu. Nah kalau viral seperti ini di medsos saya yang dirugikan. Apalagi kontrakan tempat ini mahal per tahun Rp. 90 juta,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris RT 17 RW 03 Kelurahan Nunleu, Sonny Molle saat diwawancarai oleh wartawan menyatakan, dirinya sangat prihatin dengan apa yang menimpa warganya karena dengan viralnya hasil tes lab dari Puskesmas Bakunase langganan warung bokso 99 sepi.

“Saya juga heran apakah Puskesmas Bakunase punya kewenangan untuk menguji lab terhadap makanan dan minuman lalu memviralkan. Setau saya itu kewenangan Balai POM,” ujar Sonny.

Lebih lanjutnya, Kalau memang Puskesmas juga diberi kewenangan untuk melakukan uji laboratorium terhadap makanan dan minuman tetapi jangan memviralkan seperti itu. Inikan baru proses uji lab di puskesmas bukan di balai POM. Dengan cara seperti Ini secara langsung membunuh usaha warga saya. Nanti membuat pengangguran semakin bertambah karena banyak juga karyawan disitu.

Bokso 99 ini sudah dari tahun 1970 -an, apa iya dia berani memakai bahan berbahaya (Formalin). Untuk itu saya berharap Pak Lurah Nunleu dan Kepala Puskesmas Bakunase secapatnya menyelesaikan persoalan ini sehingga tidak merugikan pihak lain.

Sementara Lurah Nunleu dan Kepala Puskesmas Bakunase dikonfirmasi oleh media ini namun tidak merespon hingga berita ini diturunkan.

(Oscar MPP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini