MEDIA PURNA POLRI,NTT – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tahun 2019 belum 100 persen diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). untuk SMK baru 83 persen sedangkan untuk SMA 70,18 persen.

Hal ini di ungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aloysius Min, S.Pd, M.M kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (18/3/2019).

Sebanyak 836 sekolah terdiri dari SMA, SMK dan SLB di Provinsi NTT, untuk UNBK SMK akan mulai dari Tanggal 25 sampai Tanggal 28 Maret 2019 dan untuk SMA mulai dari Tanggal 1,2,4, dan 8 April 2019.

Alo Min sapaannya menuturkan, untuk UNBK mereka langsung mendaftarkan ke pusat. jadi kami dapat data langsung dari pusat.

“Target dari pusat ditahun pelajaran 2018/2019 ini seluruh sekolah SMA, SMK harus 100 persen UNBK”, ujarnya.

Untuk itu mereka membuat jadwal ujian pun tidak sama, SMA tersendiri dan SMK nya tersendiri agar supaya ketika SMK ujian bisa menggunakan fasilitas di SMA dan sebaliknya.

Sedangkan untuk UNBK di Provinsi NTT baru 4 Kabupaten yang 100 persen UNBK, yakni Kabupaten Nagekeo, TTU, Ende dan Kabupaten Ngada. Itu pun fasilitasnya belum lengkap mereka masih pinjam pake dari SMP, laptop guru, dan siswa.

Sebelum dilaksakan UNBK kita berharap masing-masing sekolah melakukan simulasi sekungnya 3 sampai 4 kali sehingga mereka bisa tau shift nya sehingga dipastikan semua peserta bisa tertampung semua. Dan proctor harus dilakukan pelatihan untuk menjaga server serta helded berada di semua kabupaten yang membeckup pergerakan data di proctor kalau ada masalah di helded dan tidak bisa di atasi maka kontak ke Jakarta.

Lebih lanjut Alo Min, ada beberapa kemungkinan kendala yang harus kita antisipasi, seperti jaringan sinyal Telkomsel dan PLN. Namun kami sudah menyurati baik Telkomsel maupun PLN, sehingga sekolah yang melakukan UNBK ada perhatian khusus. Dan untuk mengatasi sinyal bisa lakukan offline jadi simpan dulu di server kemudian lapor ke pusat dan mereka akan datang.
Sementara untuk SLB ujian nya masih menggunakan UKP. Target dari Pak Gubernur di tahun 2020 harus 100 persen semua sekolah SMA, SMK di Provinsi NTT UNBK.

Keunggulan dari UNBK bisa menekan biaya cetak, distribusi, pengamanan dan biaya pemindahan. Memang di awal UNBK anggaran besar namun jangka panjang dan manfaatnya banyak bisa untuk praktek anak, lab komputer, ujian sekolah dan tingkat kebocorannya rendah.

Harapan kami kepada masyarakat agar berilah ketenangan kepada Anak-Anak, mendorong mereka untuk siap diri dan guru di sekolah selalu cek setiap anak apakah sudah siap kalau belum maka harus latihan simulasi lagi sehingga tidak ada kendala teknis saat ujian nanti. Pungkas Alo Min.

(Oscar MPP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini