(MPP) Jakarta – Sebagai ungkapan terima kasih dalam misi kemanusiaan pendistribusian bantuan bencana Tsunami Banten, Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia AMPHIBI berikan sertifikat penghargaan kepada SMK Mandalahayu II dan PT. MONI, Rabu (27/02/2019).

Penyerahan penghargaan diserahkan oleh Humas Lembaga AMPHIBI Gregorius B kepada kepala sekolah SMK MANDALAHAYU II Hj. Siti Masitoh Phd.

Kepala sekolah SMK Mandalahayu II menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada lembaga AMPHIBI dan Yayasan Sosial BKS atas sertifikat penghargaan yang diberikan kepada SMK Mandalahayu II.

“Kami baru tau kalau ada lembaga lingkungan hidup yang mana ketua umumnya adalah orang tua murid kami bernama Sha Zha Rosalia Salim Tanjung,Mudah-mudahan kedepannya sekolah kami bisa bersinergi dengan lembaga AMPHIBI dan Yayasan Sosial BKS, “ucap Siti Masitoh.

Disamping itu dengan hari yang bersamaan lembaga lingkungan AMPHIBI dan YASOS BKS juga berikan penghargaan kepada PT.Mikie Oleo Nabati Industri (MONI) yang diterima oleh Bapak Vincent.

Perusahaan produsen minyak goreng ini ikut ambil andil dalam menyalurkan bantuan minyak goreng untuk korban bencana tsunami banten yang di distribusikan melalui lembaga AMPHIBI dan YASOS BKS.

Selain itu PT. Moni juga telah ikut peduli dan bergabung dalam program perbaikan lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan bersama AMPHIBI dan YASOS BKS.

“Kami baru ikut bergabung dalam program perbaikan lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan bersama lembaga lingkungan AMPHIBI dan Yayasan Sosial BKS di tahun 2018.” Jelas Vincent.

Ketua umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung So, si saat dihubungi awak media melalui phone celullar membenarkan adanya kerjasama pengawasan dan perbaikan lingkungan hidup di area kerja perusahaan PT.Moni Kota Bekasi.

Saat ini kami sedang melakukan berbagai riset tekhnologi mesin sebagai solusi permasalahan limbah domestik yang dihasilkan industry. Salah satu perusahaan yang telah memberikan bantuan mesin uji coba produksi bata press adalah PT.Mikie Oleo Nabati Industri.

Semoga kedepannya seluruh perusahaan atau industri di indonesia yang menghasilkan limbah domestik bisa melakukan pengelolaannya bersama masyarakat setempat dengan memperhatikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan TJSL dan Coorporate Social Responsibility CSR, “tutup Agus Salim Tanjung si,so.

(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini