(MPP) Baturaja – 6.000 ton beras rusak atau beras busuk ditambah gula 250 ton kadaluarsa,mengendap di gudang Bulog Sub Divre ll OKU menjadi perhatian pimpinan dan anggota DPRD OKU.

Senin (4/2/2019) Sidak DPRD OKU lintas komisi,Saat masuk ke dalam gudang penyimpanan beras, anggota DPRD OKU kaget bukan kepalang melihat kondisi beras.

“Masya Allah, zolim Bulog ini. Masih banyak masyarakat yang kurang mampu di OKU. Sedangkan Bulog membiarkan beras ini membusuk saja di gudang, zolim ini,” geram salah satu anggota Komisi I DPRD OKU.

Jumat (8/2/2019) DPRD OKU Komisi l,ll dan lll menggelar rapat koordinasi dengan Pihak Bulog Sub Divre ll di ruang Badan Musyawarah DPRD OKU.Nampak hadir Kepala Bulog Sub Divre ll Deni Laksana Putra didampingi 3 orang stafnya.

Rapat lintas komisi yang dipimpin Yopi Syahrudin, S.Sos selaku anggota DPRD OKU mempertanyakan permasalahan beras 6.000 ton dan gula pasir 250 ton yang “membusuk” di gudang Bulog Sub Divre ll yang saat ini menjadi pembicaraan yang menghebohkan masyarakat OKU.

Kepala Bulog Sub Divre OKU Deni Laksana Putra, membenarkan Keberadaan 6.000 ton tersebut, dan beras-beras tersebut adalah pengadaan dari tahun 2015-2017.

“Benar ada beras sebanyak 6.000 ton di 4 gudang Bulog di Kabupaten OKU Timur, beras tersebut tidak benar membusuk, namun beras tersebut turun mutu” kata Deni.

Mendengar pernyataan Kepala Bulog tersebut Pimpinan Rapat Yopi Syahrudin menimpali dengan keras pernyataan Kepala Bulog itu.

“ Silahkan anda menyebut beras itu turun mutu, namun menurut saya beras itu hancur mutu”geram Yopi.

Sementara itu Anggota DPRD OKU H. Marjito Bachri mempertanyakan mengapa beras sebanyak 6.000 ton tersebut bisa “membusuk” di gudang Bulog

“Disaat banyak rakyat kita yang kesulitan untuk makan, mengapa ada beras sebanyak itu mengendap di Gudang Bulog, salah siapa ini? Salah Bulog atau salah Pemerintah?”

Mendengar pertanyaan tersebut pihak Bulog tidak merasa bersalah, karena menurut Deni selaku kepala Bulog Sub Divre ll pihaknya hanya menjalankan penugasan dari pemerintah.dan diakui oleh Deni adanya beras 6000 ton dan gula pasir 250 ton rusak dan busuk karena management kurang maximal tidak sesuai Standar Operasional Bulog  dan letak gudang yang salah.

Saat pimpinan rapat memberikan kesempatan kepada awak media untuk bertanya,salah satu rekan pers dalam kesempatan itu mempertanyakan.” inpormasi yang kami terima yang sempat di publikasikan rekan pers saat Tim Sergab Mabes TNI meninjau gudang Bulog yang menemukan 6000 ton beras rusak atau busuk.Dadim 0403 Dam II Sriwijaya sempat menjelaskan bahwa sudah ada pihak Bulog yang saat ini sudah di penjara,apa benar demikian dan jika boleh tahu siapa oknum tersebut”.tanya rekan pers.  ” sampai saat ini tidak ada pihak Bulog dipenjara bahkan sanksi hukum jika ada statement demikian itukan pernyataan Dandim dan silakan langsung kompirmasi kepada beliau(Dandim)”.jawab Pihak Bulog Sub Divre ll.

Masih dalam penelusuran Tim MPP,ditempat terpisah diwaktu bersamaan Aliansi LSM dan Ormas Sebimbing Sekundang malakukan aksi damai Di Mapolda SumSel dan Kejati SumSel terkait beras 6000 ton dan gula 250 ton rusak dan busuk yang telah mengakibatkan kerugian Negara puluhan milyar agar segera mengambil langkah-langkah dan tindakan untuk penegakan supremasi hukum.

Diduga QC Bulog lalai tidak sesuai SOP Bulog,Negara rugi hampir 50 milyar,keterangan pihak Bulog Sub Divre ll tidak ada sanksi hukum untuk mempertanggungjawabkan.

(MPP-Alfajri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini