MEDIA PURNA POLRI,TASIKMALAYA- Aparat Penegak Hukum (APH) dan yang berwenang baik Bapeda,Inspektorat,Kepolisian RI dan Kejaksaan Negeri Kab.Tasikmalaya agar segera bertindak guna untuk mengetahui berjalannya program Pemerintah yang menuai polemik terjadi di masyarakat terkait bantuan ternak sapi tahun anggaran 2018 di lapangan.

Dengan adanya bantuan Pemerintah melalui program UFO/APO ( Alat Pengolahan Organik) sebanyak 17 kelompok ternak di Kab.Tasikmalaya per kelompok mendapatkan bantuan senilai Rp.200.000.000 yang di peruntukan guna membantu kesejahteraan terhadap para kelompok tani.

Peruntukan tersebut di alokasikan kepada alat bantu yang di diantaranya Mesin alat pengolahan organik (APO) dan kendaraan roda 3 dari Rp.50.000.000
sisa dari anggaran Rp.150.000.000 di peruntukan pembuatan kandang/rumah kompos senilai Rp.45.000.000. Dan
sebagian lain anggaran senilai
Rp.95.000.000 di peruntukan pengadaan Ternak sapi sebanyak 10 Ekor.

Menurut keterangan di antara para kelompok ternak menyampaikan kepada awak media purna polri yang tidak mau di sebutkan identitasnya. Membenarkan di Th.a.2018 mendapat bantuan ternak sapi dari program UFO namun dengan adanya bantuan tersebut menjadi sebuah musibah pasalnya pengusung/si pembawa program tersebut ikut serta dalam pengalokasian.

Seperti halnya untuk ternak sapi senilai Rp.95.000.000 di pinta dengan alasan sebagai pengusunng/pembawa program guna untuk pengadaan ternak sapi yang di janjikan 10 ekor ternak sapi bunting akan tetapi pada kenyataanya tidak sesuai yang di janjikan bahkan di terima hanya 8 ekor ternak sapi itu pun sebagian ternak dengan kisaran harga kurang lebih Rp.6.000.000 sampai dengan
Rp.7.000.000, Tandasnya.

Di tempat lain hasil investigasi lapangan yang di himpun awak media purna polri Kec.Bantarkalong Kab.Tasikmalaya ada 3 kelompok ternak yang mendapat bantuan dari 17 kelompok se Kab.Tasikmalaya yang di antaranya adalah Kelompok ternak MEKAR TANI selaku ketua MEMED dan yang satunya kelompok ternak GUNA LANCAR yang di ketuai DODO yang mana kelompok tersebut mendapat bantuan dari program lain tepatnya Desa Wangunsari.

Yang di ketuai MEMED selaku ketua kelompok MEKAR TANI mendapat bantuan yang sama dari program UFO hanya ternak sapi di terima sebanyak 6 ekor ternak sapi.

Menurut salah seorang anggota kelompok dengan adanya bantuan tersebut selaku ketua kelompok MEKAR TANI MEMED memungut biaya kepada anggotanya senilai Rp.1000.000 dari 20 anggota kelompok Dengan alasan untuk memberi LEMBAGA apa bila ada yang datang dan untuk pembuatan kandang.

Di tempat lainnya kelompok TANI JAYA yang di ketuai HERI.SH tepatnya Kampung Kubang Rt.05 Rw.04 Dusun Koranji Desa Pamijahan Kec.Bantarkalong Kab.Tasikmalaya
Menuai polemik dan jadi gunjingan warga sekitar.

Menurut keterangan dari para anggota yang mengurus ternak sapi sebelumnya mengatakan,Akan mendapat bantuan ternak sapi sebanyak 10 Ekor dengan harga kisaran Rp.9000.000 pada kenyataan di perkirakan harga kurang lebih Rp.6000.000 itu pun dari 10 ekor ternak hanya di terima sebanyak 8 ekor dan di akui 1 ekor ternak sapi milik ketua kelompok HERI,SH.

Sungguh ironis dan begitu miris dengan adanya keterangan dari ibu MIMIN menyampaikan kepada awak media purna polri.

Semenjak adanya bantuan ternak sapi di lokasi tanahnya mendapat kerugian seperti halnya kehilangan aset penghasilan dari 3 petak lahan tanaman akpol yang menghasilkan
Rp.15.000.000 dari setiap panen kini tidak di dapatkannya,belum aset lainnya seperti pohon Aprika,Jati putih,
pohon jengkol, pisang juga aset-aset lainnya.

Di berikannya lahan tersebut dengan alasan mau di beri 1 ekor sapi,
adanya sewa lahan per tahun dan juga untuk bangunan akan di berikan menjadi hak milik yang punya lahan.

Akan tetapi malah di rugikan sehingga timbul perpecahan hingga terjadi perceraian dalam rumah tangga, Pungkasnya.

Menurut keterangan lainnya untuk bangunan kompos/kandang ternak tidak sesuai sepeak dan para pekerja tidak mendapat upah kerja selama pembangunan berjalan kurang lebih 3bulan 10 hari.

Herman selaku Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (KBPP) Kec.Bantarkalong Kab.Tasikmalaya menyampaikan ketika di pinta keterangan membenarkan adanya bantuan ternak di wilayahnya, sebanyak 3 kelompok adapun mengenai teknis dan juklak dan juknis tidak mengetahuinya.

Selaku KBPP selain dari pada tugas lainnya melaksanakan pembinaan kepada para kelompok agar para kelompok yang berada di wilayahnya menjadi sejahtera dan dapat membantu terhadap warga lainnya.

Di singgung mengenai penyalahgunaan terkait bantuan kelompok dan adanya unsur lain yang sekiranya merugikan bagi kelompok itu sendiri dan sekiranya dapat merugikan berbagai pihak terutama kedinasan kita serahkan kepada yang hak nya baik dinas ataupun aparat yang berwenang pintas di akhir pembicaraannya.

Di imformasi kan letak kandang ternak sapi TANI JAYA Desa Pamijahan berada di tengah-tengah warga dan berdekatan dengan sebuah Mesjid DKM hingga menimbulkan wabah serta penciuman yang kurang sedap yang sudah barang tentu mengganggu lingkungan.

Hingga berita ini di turunkan selaku pengusung/pembawa program dan selaku kelompok ternak TANI JAYA Heri.SH tidak bisa di temui dan di telepon melalui Handphone selularnya tidak ada tanggapan dan jawaban.
(Iwan.G/Iis.Susilawati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini